Berita Kabupaten TTS Terkini

Bupati Mella Sebut Pelabuhan Kolbano Masih Aset Pusat

Bupati TTS, Ir. Paul Mella, mengatakan, hingga saat ini dermaga Kolbano masih berstatus milik pusat.

Bupati Mella Sebut Pelabuhan Kolbano Masih Aset Pusat
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Bupati TTS, Ir. Paul Mella

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Bupati TTS, Ir. Paul Mella, mengatakan, hingga saat ini dermaga Kolbano masih berstatus milik pusat. Ia mengatakan, pemerintah daerah Kabupaten TTS sudah dipanggil ke pusat terkait pengoperasian pelabuhan tersebut, tetapi hingga saat ini belum dilakukan serah terima aset guna dikelola oleh Pemkab TTS.

Ia mengatakan, sudah mengetahui kerusakan Kantor Pelabuhan Kolbano. Oleh sebab itu, dirinya sudah mengirimkan laporan terkait keadaan kantor pelabuhan ke Dinas Perhubungan Provinsi NTT melalui Dinas Perhubungan Kabupaten TTS.

Baca: Lembata Masuk dalam Agenda Paralayang Dunia

"Kita sudah sampaikan kerusakan kantor pelabuhan kolbano ke Dinas Perhubungan Propinsi NTT, tetapi hingga saat ini belum ada usaha perbaikan. Selain disebabkan oleh angin kencang, kerusakan kantor pelabuhan juga disebabkan oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab," ungkapnya kepada POS- KUPANG.COM, Senin ( 17/9/2018) di Kantor Bupati TTS.

Ke depan, lanjut Bupati Mella, sambil menunggu perampungan pekerjaan tersebut, pemerintah pusat perlu menempatkan petugas keamanan guna menjaga keamanan dan kebersihan Kantor Pelabuhan Kolbano.

Pasalnya, jika tidak ada petugas keamanan, aksi pengrusakan akan terus berlanjut karena saat ini pelabuhan kolbano sudah menjadi daerah wisata dan spot pancing yang banyak dikunjungi.

"Harus ada petugas keamanan di Pelabuhan Kolbano sehingga pengunjung tidak sembarangan masuk dan merusak fasilitas yang ada," ujarnya.

Pantauan POS-KUPANG.COM, keadaan Kantor Pelabuhan Kolbano dalam keadaan kosong tanpa seorang pun penjaga.

Saat mendekati kantor tersebut, tampak atap sebelah kiri bangunan sudah terayun-ayun akibat ditiup terjangan angin laut selatan. Tak hanya atapnya, jendela bagian sisi kiri bangunan nampak sudah pecah.

Serpian kaca tampak berserakan di bagian dalam dan luar bangunan tersebut. Dua unit kamar WC yang juga ada di sisi kiri nampak kotor dan penuh kotoran.

Saat menengok ke dalam ruangan bangunan mewah tersebut, terlihat plafon ruang sudah hilang dan hanya menyisakan rangka baja ringan yang tergantung tepat dibawah atap bangunan. Reruntuhan plafon nampak berserakan dan memenuhi isi ruang kantor tersebut.

Bagian depan ruangan tak kalah memprihatinkan. Pintu ruangan yang terbuat dari kaca sudah bolong. Serpian kaca pintu nampak berserakan di lantai. Plafon ruang depan pun sudah ambruk.

Aneka tulisan yang menggunakan arang nampak mengotori putihnya tembok bangunan. Bangunan kantor pelabuhan belum dilengkapi dengan mebeler, baik kursi maupun meja. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved