Berita Manggarai Timur Terkini

3 Tahun Alfianus Diserang Penyakit Hidrosefalus, Siapa yang Bisa Membantu?

Sudah tiga tahun lamanya anak kedua dari pasangan Sonitus Hanu (34) dan Mersiana Dian (31) diserang penyakit hidrosefalus atau pembesaran kepala.

3 Tahun Alfianus Diserang Penyakit Hidrosefalus, Siapa yang Bisa Membantu?
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Alfianus Hanu dan ibunya

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | BORONG - Sudah tiga tahun lamanya anak kedua dari pasangan Sonitus Hanu (34) dan Mersiana Dian (31) diserang penyakit hidrosefalus atau pembesaran di bagian kepala.

Bocah empat tahun yang bernama Alfianus Hanu sampai sekarang masih terbaring lemah di rumahnya dan belum mendapatkan bantuan pengobatan medis.

Orangtua Alfianus sangat berharap ada uluran tangan dari pemerintah di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) guna mengobati sakit yang didera anaknya.

Baca: Kasus Sabu-sabu, Polres Manggarai Sudah Tetapkan 3 Orang Jadi Tersangka

Mersiana Dian (31), ibu Alfianus Hanu saat ditemui wartawan di Desa Benteng Kuwu, Kecamatan Borong, Sabtu (15/9/2018) pagi mengungkapkan, kisah tentang apa yang diderita anaknya.

"Anak saya ini menderita penyakit ini sejak dalam kandungan dan saat itu kami masih bekerja di Malaysia. Ketika berusia satu tahun tiba-tiba dirinya mengalami sakit berat dan kepala dari Alfianus mulai ikut membesar. Setelah divonis dokter ternyata Alfianus Hanu menderita hidrosefalus. Kami sempat mengobati anak kami ke salah satu rumah sakit yang ada di Malaysia namanya Hospital Mery. Namun baru satu malam dirawat di rumah sakit tiba-tiba anak kami langsung ditolak oleh pihak rumah sakit dengan alasan sakitnya terlalu berat. Dan pihak rumah sakit menganjurkan kepada kami waktu itu untuk rawat di rumah karna penyakit yang diderita oleh Alfianus sangat berat dan sulit disembuhkan," kata Mersiana sambil menangis.

Mersiana menjelaskan, selama empat tahun di Malaysia banyak sekali bantuan yang datang dari orang-orang di sana untuk membantu mengobati sakit anaknya. Dengan harapan Alfianus sembuh. Namun semua upaya tidak membuat Alfianus sehat. Pasalnya, banyak kendala yang dialami oleh selama di Malaysia.

"Semakin sulitnya biaya pengobatan selama di Malaysia tertambah dengan beban hidup yang begitu berat membuat kami memutuskan kembali ke kampong.Akan tetapi sampai di kampung penyakit yang diderita oleh anak mereka belum juga sembuh. Sampai saat ini kami belum berani membawa anaknya ke puskesmas karena tidak ada biaya," ujar Mersiana.

Mersiana dan suaminya pun hanya pasrah. Dalam kepasrahan keduanya tetap berharap ada penyembuhan bagi anaknya lewat bantuan orang. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved