Berita Kabupaten Flores Timur

Sampah Menghiasi Hampir Semua Pesisir Pantai Flores Timur

Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia Flores Timur Maksimus Masan Kian prihatin dengan banyaknya sampah hampir di semua pantai di Flotim.

Sampah Menghiasi Hampir Semua Pesisir Pantai Flores Timur
pos kupang.com, feliks jangu
Bersih Sampah - Para pelajar SMPN 1 Lewolema dari komunitas literasi membersihkan sampah di Pantai Watotutu Ilemandiri Kamis (13/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA- Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia Flores Timur Maksimus Masan Kian prihatin dengan banyaknya sampah hampir di semua pantai di Flotim.

Karena itu ia memulai gerakan kecil bersama Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema yang dibangunnya untuk menyisiri pantai-pantai di Flotim.

Baca: KPU NTT Laporkan Hasil Hitung Ulang Pilkada TTS ke MK! Sidang Digelar 18 September

Baca: Tanggapan PUPR tentang Rencana Pembangunan Joging Track di Pesisir Pantai

Sambil belajar menulis, mereka membawa sapu, membersihkan sampah plastik, botol, kain bekas yang terhempas gelombang dibawa arus laut.

"Kita agendakan setiap minggu dan wajib sebelum mulai kegiatan kita bersihkan pantai," kata Maksi Kian Jumat (14/9/2018).

Pada Rabu (12/9/2018), kata Maksi Kian komunitas literasi SMPN 1 Lewolema mendatangi Pantai Wero Desa Watotutu Kecamatan Ilemandiri.

"Dari sekolah kami di Lewolema, pantai ini jauhnya sekitar 4 kilometer ke pantai," kata Maksi Kian.

Setelah membersihkan pantai, kata Maksi Kian, ia kemudian memberikan sedikit materi jurnalistik kepada siswa.

Selanjutnya mengajak mereka menuliskan apa saja yang mereka temukan di pantai itu.

"Jurnalistik adalah kegiatan atau aktivitas untuk mencari, menemukan, mencatat, menghimpun dan mengolah data kemudian disusun dalam bentuk tulisan berita untuk diinformasikan atau disebarkan kepada khalayak," kata Maksi Kian.

Kata Maksi Kian selain memperkenalkan alam, ia juga memperkenalkan dunia jurnalistik dengan memperkenalkan langsung kepada siswa koran cetak seperti Pos Kupang.

"Saya bimbing mereka membedah berita, temukan unsur 5W dan 1H di dalamnya. Judul, sub judul, teras berita, tubuh berita dan ending," kata Maksi Kian. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved