Berita Kabupaten Sikka

Kombet Kreatif Dampingi 40-an Pelaku Ekonomi Kreatif asal Sikka

Setidaknya 40 pelaku ekonomi dan industri kreatif terpilih hadir menjadi peserta di Aula St. Camilus Social Centre, Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Kombet  Kreatif   Dampingi 40-an Pelaku  Ekonomi Kreatif  asal   Sikka
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Kadis Pariwisata Sikka, Wilhelmus Sirilus (kiri) memandu ratusan wisatawan asing ke Bliran Sina, Watublapi, Jumat (18/9/2015). 

Laporan  Redaksi POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Tempo Institute dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf),   Jumat  (14/9/2018) memulai program “Pendampingan Komunitas Kreatif Bekraf - Tempo Institute” atau Kombet Kreatif selama tiga hari ke depan di Maumere, Nusa Tenggara Timur. 

Setidaknya 40 pelaku ekonomi dan industri kreatif terpilih hadir menjadi peserta di Aula St. Camilus Social Centre, Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Maumere menjadi kota kelima yang didatangi program Kombet Kreatif.  Kota  pertama, Padang pada 27-29 September, diikuti Surabaya, Karangasem, dan Kendari. Setelah Maumere, Pendampingan Kombet Kreatif akan berlanjut di Singkawang, Malang, Bojonegoro, Bandung Barat, Belu, Kupang, dan Merauke.

Program ini bertujuan mempererat jejaring komunitas kreatif di tingkat kota dan kabupaten. Setiap kota setiap kabupaten, memiliki kekayaan potensi ekonomi kreatif yang unik dan khas.

Maumere, jantung hati Pulau Flores misalnya sangat kuat memiliki potensi di bidang pariwisata dengan keindahan alam yang amat memikat.

Komunitas kreatif berbagai bidang di Maumere perlahan bangkit meski daerah luar biasa cantik ini pernah dihantam tsunami, 26 tahun lalu. Komunitas kreatif perlu berjejaring,  berkolaborasi dan menjadi pendorong kemajuan ekonomi kreatif.

"Kami percaya, komunitas kreatif yang berjejaring kuat akan meningkatkan ekonomi kreatif di daerah dan juga bermanfaat di level nasional," kata Endah Wahyu, Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf.

Program ini menghadirkan kreator inspiratif, ahli pemasaran, dan pakar branding. Di Maumere, Singgih Kartono, founder radio magno/radio kayu, spedagi dan Arief Budiman, Sekjen Indonesia Creative Cities Network sekaligus founder perusahaan kreatif Petakumpet Yogyakarta akan berbagi semangat dan inspirasi. 

Pada program Pendampingan Kombet Kreatif ini juga akan diperkenalkan ‘skill storytelling’, penceritaan yang sangat penting untuk membangun nilai tambah produk kreatif yang akan disampaikan oleh Bagja Hidayat, redaktur pelaksana Majalah Tempo dan trainer kelas menulis. Sebab, narasi yang memikat adalah sarana yang ampuh meningkatkan nilai tambah sebuah produk kreatif.

Halaman
12
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved