Berita Kota Kupang

Ranti Kore Divonis Dua Tahun Penjara dalam Kasus Dana Desa di TTU

Ranti Kore, terdakwa kasus korupsi dana desa di Desa Neonasi, Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten TTU, divonis

Ranti Kore Divonis Dua Tahun Penjara dalam Kasus Dana Desa di TTU
POS KUPANG/THOMMY MBENU
Salah satu terdakwa kasus korupsi dana desa di Desa Neonasi, TTU, Ranti Koreh saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kupang, Selasa (7/8/2018).

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Ranti Kore, salah satu terdakwa kasus korupsi dana desa di Desa Neonasi, Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten TTU, divonis 2 tahun penjara oleh Majelis Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) Kupang, Kamis (13/9/2018).

Ranti Kore divonis selama dua tahun penjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDES) di Desa Neonasi Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU).

Baca: Bupati Malaka! 100 Tahun Lagi Kuburan Daniel Asa Jadi Tempat Ziarah

Baca: Moratorium TKI Mengurai Benang Kusut Kotak

Baca: Drama Korea The Beauty Inside Bakal Segera Tayang, JTBC Rilis Poster: Ungkap Karakter Para Pemain

Dalam amar putusan tersebut, Ketua Majelis Hakim Syaiful Arief mengatakan, terdakwa Ranti Kore divonis selama itu karena terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan atau turut serta melakukan secara bersama-sama memperkaya diri sendiri atau orang lain.

Hal itu, kata Syaiful, sebagaimana sesuai dengan dakwaan subsidair jaksa penuntut umum yakni pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 junto UU Nomor 20 Tahun 2001 KUHP, tentang pemberantasan tindakan pidana korupsi.

“Menjatuhkan pidana korupsi kepada terdakwa Prantiana Kore dengan pidana penjara selama dua tahun dengan denda Rp. 50 juta subsider satu bulan kurungan,” tegas Syaiful.

Lanjut Syaiful, kepada terdakwa Ranti Kore agar membayar uang penganti kerugian negara sebesar Rp. Rp.230.464.806 dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar maka semua harta benda disita dan dilelang untuk membayar uang penganti tersebut.

Baca: Gubernur NTT Viktor Laiskodat Siapkan 100 Miliar untuk Bidang Penelitian

Baca: Ramalan Zodiak Malam ini Jumat 14 September- Virgo Dapat Bonus Tambahan, Taurus?

Baca: Heboh, Bayi Bermata Satu Baru Lahir di Mandaling Natal, Begini Reaksi Ibunya!

"Jika hasil lelang harta benda tidak mencukupi untuk menutupi uang pengganti kerugian negara, maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun," tegas Syiful.

Selain itu kepada terdakwa, oleh Ketua Majelis Hakim Syaiful memberikan kesempatan untuk mengambil langkah hukum oleh penasehat hukum, dan oleh penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Pada kesempata itu pula, Ketua Majelis Hakim Syaiful juga memberikan kesempatan kepada jaksa penuntut umum untuk menempuh langkah hukum selanjutnya, dan oleh jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir.

Pembacaan sidang putusan tersebut disaksikan langsung oleh jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Kabupaten TTU, Benfrid Foeh, S.H, dan penasehat hukum terdakwa Jhon Riwu Cs.

Sebelumnya, Mantan Kepala Desa (Kades) Neonasi Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten TTTU, Melkior Pot Aumenu dan Sekretaris Desa (Sekdes), Siprianus Koli divonis 1,8 tahun penjara oleh Majelis Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) Kupang, Selasa (4/9/2018) karena terjerat dalam kasus yang sama dengan terdakwa Ranti Kore.

Berdasarkan pantauan Pos Kupang, jalannya sidang putusan kasus korupsi dana desa di Desa Neonasi tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Syaiful Arief didampingi dua hakim anggota masing-masing Ibnu Choliq dan Ali Mukhtarom. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved