Berita Pilpres 2019

Jokowi Tunjuk JK Jadi Ketua Dewan Pengarah Tim Pemenangan, Ini Permintaan Pemuda Muhammadiyah

Joko Widodo mengumumkan Jusuf Kalla menjadi Ketua Dewan Pengarah tim pemenangannya dalam Pilpres 2019.

Jokowi Tunjuk JK Jadi Ketua Dewan Pengarah Tim Pemenangan, Ini Permintaan Pemuda Muhammadiyah
INASGOC/Wahyudin
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan sambutan dalam pembukaan Asian Games ke-18 tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Bakal calon presiden Joko Widodo mengumumkan Jusuf Kalla menjadi Ketua Dewan Pengarah tim pemenangannya dalam Pemilihan Presiden 2019.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di posko kubu Jokowi-Ma'ruf di Jalan Cemara (Posko Cemara), Menteng, Jakarta, Jumat (7/9/2018).

"Pada sore ini saya akan umumkan posisi Ketua Tim Dewan Pengarah yang akan diisi oleh Bapak H. M. Jusuf Kalla," ujar Jokowi.

Jokowi tak menjelaskan lebih lanjut soal alasannya menunjuk Kalla sebagai Ketua Tim Dewan Pengarah.

"Saya rasa tak perlu lagi dijelaskan, semua sudah sama-sama tahu," ucapnya singkat.

Baca: Erick Thohir Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Marruf, Ini Latar Belakangnya

Dalam jumpa pers tersebut, Jokowi juga mengumumkan Erick Thohir menjabat Ketua Tim Pemenangan. Hadir dalam jumpa pers tersebut, yakni Amin Ma'ruf, Jusuf Kalla, Erick, serta para sekjen parpol pengusung dan pendukung. Mereka kompak mengenakan kemeja putih.

Jadi Penengah

Wapres Jusuf Kalla menerima Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pusat Pemuda Muhammadiyah di Kantor Wapres Jl. Merdeka Utara Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2018).
Wapres Jusuf Kalla menerima Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pusat Pemuda Muhammadiyah di Kantor Wapres Jl. Merdeka Utara Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2018). (Dok Sekretariat Wakil Presiden)

Katua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhamadiyah Dahnil Azhar menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jumat (7/9/2018).

Usai pertemuan, Dahnil mengaku membicarakan sejumlah hal dengan Wapres. Salah satunya terkait agenda dan konstelasi politik jelang Pilpres 2019.

"Saya minta Pak JK berdiri di tengah karena saya anggap beliau akan selesai sebagai wapres dan saat ini beliau tidak ikut kontestasi ini," ujarnya.

"Saya tadi terus terang sampaikan ke Pak JK kalau bisa ada di tengah, beri masukan ke dua kubu, mengingatkan semua elite politik supaya tidak melakukan kontestasi yang anarkis," sambung dia.

Baca: Kisah Miye Ota yang Berusia 100 Tahun dan Menjalankan Organisasinya dari Kursi Roda

PP Pemuda Muhamadiyah menilai ada potensi kericuhan politik jelang Pilpres 2019. Sebab, banyak elite politik yang dinilai tidak dewasa dan justru gemar menyudutkan orang lain secara pribadi di media sosial.

Hal itu dinilai bisa mengganggu politik 2019 karena akan diikuti oleh masa kedua pendukung, baik pendukung Jokowi maupun oleh pendukung Prabowo.

Kalla dinilai sosok yang tepat dan mampu meredakan panasnya situasi akibat implikasi sikap para elite politik di media sosial.

Dahnil mengerti sikap Kalla yang pasti lebih dekat ke kubu Jokowi, terlebih Kalla adalah Wakil Presiden pendamping Jokowi saat ini.

Meski begitu, PP Pemuda Muhamadiyah tetap berharap Kalla menjadi penengah kedua kubu yang akan berhadapan di Pilpres 2019.

(Kompas.com)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved