Berita NTT

Dituntut 10 Tahun Penjara! Marianus Sae Minta Hakim Beri Keringanan Hukuman

Terdakwa Marianus Sae memohon kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya membemberi keringanan hukuman kepadanya.

Dituntut 10 Tahun Penjara! Marianus Sae Minta Hakim Beri Keringanan Hukuman
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Bupati Ngada Marianus Sae (tengah) yang menggunakan rompi tahanan berjalan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (12/2/2018). KPK resmi menahan Bupati Ngada yang juga bakal calon Gubernur NTT Marianus Sae yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Minggu (11/2) dalam kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM , Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM /KUPANG ---- Terdakwa Marianus Sae memohon kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya agar memberi keringanan hukuman kepadanya. Marianus dituntut JPU dengan pidana penjara 10 tahun.

Permohonan Marianus ini disampaikan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (7/9/2018).

Marianus menyampaikan permohonan tersebut dalam pledoi atau pembelaannya terhadap tuntutan JPU.

Baca: Ban Belakang Pesawat Wings Air Pecah! Landing di Bandara Gewayan Tana Larantuka

Baca: Seribu Rohaniwan Bacakan Puisi dan Nyanyikan Lagu Requem di Mapolda NTT

Dalam sidang ini Marianus Sae didampingi tim Panasihat Hukum, Vinsensius Maku, S.H, Agustinus Payong Dosi, S.H.M.H dan Renoldy Septian Ruwe, S.H, M.Kn ‎.
Selain Marianus yang menyampaikan pledoi pribadi, penasihat hukum juga menyampaikan pledoi di hadapan majelis hakim.

Agustinus Payong Dosi,S.H,M.H salah satu tim Penasihat Hukum yang dihubungi POS-KUPANG.COM, Jumat (7/9/2018), mengatakan, sidang dengan agenda pledoi sudah dilakukan. Pledoi itu baik dari klien mereka sendiri, juga ada dari tim penasihat hukum.

"Jadi dalam pledoi, klien kami memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan putusan yang seringan-ringannya," kata Agustinus.

Dia menjelaskan, dalam pledoi, klien mereka menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah melakukan intervensi terhadap proses pelelangan di Pemda Ngada.

"Kalau pun klien kami menerima uang, maka uang itu digunakan untuk kepentingan masyarakat Ngada.

Selama klien kami menjabat menjadi bupati, daerah Ngada masuk daerah tertinggal, tapi pada 2015 Ngada sudah tidak masuk daftar daerah tertinggal," ujarnya.

Atas dasar itu, lanjutnya, maka klien mereka memohon agar majelis hakim yang menyidangkan dan memeriksa perkara itu supaya menjatuhkan hukuman yang seringan- ringannya.

Dikatakan, inti pledoi tersebut, bahwa Marianus Sae tidak pernah melakukan intervensi terhadap proses lelang proyek di Kabupaten Ngada.

"Hal ini didukung oleh keterangan saksi-saksi dari Pokja ULP selaku pihak panitia lelang yg mengatakan saksi-saksi selalu menjalankan proses lelang sesuai prosedur dan mekanisme yang telah ditentukan," ujarnya.

Agustinus mengatakan, saksi-saksi yang dihadirkan untuk didengar keterangan mengakui, tidak pernah diminta terdakwa atau oleh Marianus Sae untuk memenangkan kontraktor tertentu.

Dikatakannya, perusahaan Wilhelmus Iwan Ulumbu/Baba Miming dan Albertus Iwan Susilo itu menang tender lelang karena perusahan tersebut memenuhi kualifikasi dan persyaratan yg telah ditentukan oleh Pokja ULP, silahkan cek di Web LPSE.

"Sekarang ini proses lelang sudah online, sehigga kalau ada kecurangan pasti langsug terbaca rekam jejaknya di sistem

 Menurut Tim bahwa jika Wilhelmus Iwan Ulumbu selaku pemberi sudah dituntut dengan pasal 5 ayat 1 huruf. a UU Tipikor, maka untuk memberika kepastian hukum harusnya Marianus Sae dituntut dg pasal 5 ayat 2 UU Tipikor.

"Namun,yang terjadi Penuntut Umum malah menuntut Marianus Sae dengan Pasal 12 huruf (a) UU Tipikor, namun yang perlu diingatkan bahwa Wilhelmus Iwan Ulumbu telah diputus dengan Pasal 13 UU Tipikor, artinya untuk Marianus paling tepat diterapkan Pasal 11 UU Tipikor, bukan pasal 12 huruf a Tipikor. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved