Berita Bupati Flores Timur

Kunjungan ke Tiga Desa, Bupati Anton: Tolong Jaga Keamanan

Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon mengunjungi tiga desa sekaligus di wilayah Kecamatan Tanjung Bunga Flotim

Kunjungan ke Tiga Desa, Bupati Anton: Tolong Jaga Keamanan
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Bupati Flotim Anton Hadjon bertemu masyarakat Waibao Tanjung Bunga Minggu malam (2/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA-- Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon mengunjungi tiga desa sekaligus di wilayah Kecamatan Tanjung Bunga Flotim Minggu (2/9/2018).

Bupati Anton sejak pagi Pukul 10.00 wita sudah berada di Desa Nusa Nipa dan malam hari sampai Pukul 19.00 wita di Desa Waibao dan terakhir di Desa Bahinga sekitar Pukul 20.30 wita.

Di tiga tempat berbeda itu, Bupati Anton meminta agar masyarakat membantu pemerintah daerah menjaga keamanan dan kedamaian di desa.

Menjamin rasa aman bagi masyarakat siapa pun untuk menjalankan aktivitas di wilayah itu.

Terkait masalah tanah antara Riangkroko dan Waibao, bupati Anton menegaskan bupati, bahkan Presiden tidak bisa melakukan intervensi keputusan hukum.

Akan tetapi sebagai pemerintah daerah, kata Bupati Anton, bertanggung jawab atas kedamaian di antara masyarakat.

Bupati Anton mengharapkan jaminan keamanan agar roda pembangunan di desa tetap berjalan normal. Dan masyarakat desa Nusa Nipa memastikan hal itu.

Pada pertemuan terakhir di Desa Bahinga, Bupati Anton memohon kebijaksanaan masyarakat Desa Bahinga untuk kembali mengalirkan air ke desa Waibao.

Kata Bupati Anton, masyarakat Desa Waibao selama ini sangat menderita kesulitan air bersih dan memohon kemurahan masyarakat Bahinga kembali mengalirkan air.

Pertemuan di Desa Bahinga Minggu malam (2/9/2018) terungkap ternyata masyarakat Waibao sudah memanfaatkan air sejak 1984 dan belum ada sirih pinang untuk.

Pemerintah dan masyarakat Bahinga hanya meminta waktu untuk membicarakan bersama mengambil kesepakatan tentang air itu.

Masyarakat di hadapan bupati Anton malam itu memberikan isyarat untuk kembali mengalirkan air kecuali salah satu dusun yang memang memerlukan pembicaraan lebih serius.

Salah satu dusun di Desa Waibao itu selama ini tidak mau menghadiri setiap kali pertemuan membicarakan masalah itu, sehingga penyelesaiaan masalah terus molor.

Bupati Anton tetap mengharapkan agar demi Lewo Waibao, meminta kebijakan masyarakat agar air dialirkan kembali sehingga tidak menimbulkan krisis air berkepanjangan di Waibao.(*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved