Breaking News:

Berita Kota Kupang

Warga dan Aparat Pemerintah di Bantaran Kali Liliba Kelurahan TDM Kupang Ikut Sosialisasi

Warga dan aparat pemerintahan di bantaran kali Liliba Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) Kelurahan Oebobo Kota Kupang ambil bagian dalam Sosialisasi

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Kegiatan Sosialisasi Mitigasi Struktural Partisipatif di Aula Kantor Kelurahan TDM Kecamtan Oebobo Kota Kupang pada Senin (27/8/2018) 

Laporan Repoter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Warga dan aparat pemerintahan di bantaran kali Liliba Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) Kelurahan Oebobo Kota Kupang ambil bagian dalam Sosialisasi Mitigasi Struktural Partisipatif yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang pada Senin (27/8/2018) di Aula Kantor Lurah TDM.

Selain menghadirkan warga dan aparat pemerintahan (RT/RW) di lokasi bantaran kali Liliba, kegitan ini juga diikuti oleh perwakilan DPRD Kota Kupang, Bappeda Kota Kupang, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PDAM, Babinsa kelurahan TDM, Babinkamtibmas Kelurahan TDM, Staf Kecamtan Oebobo, LSM CIS Timor serta media dan staf BPBD Kota Kupang.

Kepada POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya pada Selasa (28/7/2018) siang, Lurah Tuak Daun Merah Erwin Henuk menyebut kegiatan ini sebagai kegiatan implementasi program BPBD Provinsi dalam hal penanggulangan bencana. Bersama dengan Kelurahan Oesapa, TDM telah ditetapkan sebagai Kelurahan Siaga Bencana tingkat Kota Kupang.

Baca: Istri Penganiaya Suami hingga Tewas Divonis 10 Tahun Penjara, Ibu Mertua Mengamuk

Lebih lanjut Erwin menjelaskan ada dua point dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dilakukan ini yaitu, pertama bagaimana menyiapkan masyarakat untuk tangguh dalam menghadapi ancaman bencana dan yang kedua memberikan pemahaman terkait upaya pencegahan jika ada bencana yang timbul dengan semangat partisipatif.

"Pertama, kegiatan ini dimaksukan bagaimana menyiapkan masyarakat dalam menghadapi ancaman terutama basodara yang ada di lereng tebing-tebing kali Liliba, yakni menyiapkan ketangguhan mereka untuk antisipasi terjadi bencana dengan memberikan pemahaman pemikiran, dan kedua tentu untuk pencegahannya, apa yang harus dilakukan ketika ada longsor, sehingga masyarakat ikut dalam upaya partisipatif," jelasnya.

Erwin melanjutkan, tujuan dari kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan pengetahuna kepada masyarakat agar dapat menjadikan bencana sebagai sahabat, sehingga masyarakat dapat respon terhadap bencana dan bertanggung jawab penuh terhadap bencana yang dialami oleh diri, rumah, tetangga, serta lingkungannya.

Kegiatan ini diutamakan kepada warga dan aparat RT/RW yang berdomisili atau tinggal di sekitar bantaran kali Liliba. Dari sepuluh RT yang berada di bantaran kali Liliba, ada dua RT yang diprioritaskan yaitu RT 17 dan RT 21.

"Kita mengutamakan basaudara aparat pemerintah di pinggiran kali, bagaimana harus berinisiatif, berkoordinasi dengan warga di situ untuk membuat pencegahan dan kesiapsiagaan apabila terjadi bencana," lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa warga dan aparat merasa senang mengikuti kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan ini, pasalnya selain sebagai upaya memperkuat ketahanan warga menghadapi bencana kegiatan ini juga membuka wawasan dan kecakapan untuk hidup bersama secara bertanggungjawab. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved