Berita Regional

Kasus Pemilik Mercy Tabrak Pemotor, Polisi Janji Tak Akan Pandang Bulu

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, menegaskan, pihaknya serius menangani kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan IA (40)

Kasus Pemilik Mercy Tabrak Pemotor, Polisi Janji Tak Akan Pandang Bulu
KOMPAS.com/Labib Zamani
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo dan tersangka, IA (baju tahanan biru) dalam rilis kasus dugaan pembunuhan di Mapolresta Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/8/2018) malam. 

POS-KUPANG.COM | SOLO - Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, menegaskan, jika pihaknya serius menangani kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan warga Karanganyar, IA (40) terhadap pengendara motor Honda Beat AD 5435 OH, Eko Prasetio (28).

IA yang juga pemilik mobil sedan jenis Mercedez Benz hitam AD 888 QQ itu diduga menabrak korban hingga tewas di lokasi Jalan KS Tubuh, tepat di timur Mapolresta Surakarta, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Rabu (22/8/2018) siang.

"Kasus ini sudah kita tangani secara profesional, transparan, dan akuntabel," tegas Ribut dalam rilis kasus dugaan pembunuhan di Mapolresta Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/8/2018) malam.

Baca: Waspada! Berlayar di Perairan Sumba Potensi Gelombang 3,0 Meter

Tersangka dijerat Pasal 338 dan atau Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Ribut mengatakan penanganan kasus dugaan pembunuhan yang telah ditanganinya itu juga dibantu tim gabungan dari Polda Jateng.

"Kasus ini juga di-backup oleh Ditreskrimum Polda Jateng, Dit Intelkam, Propam, Irwasda, Jumat pagi melakukan olah TKP bersama Gakkum Ditlantas Polda Jateng bersama Tim Inafis. Kita juga mengundang Tim Labfor Polda Jateng untuk memastikan kasus ini ditangani secara profesional dan terbuka," urai Ribut.

Pihaknya minta kepada masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian. Pun demikian, masyarakat diimbau tidak menyebarkan isu-isu yang bisa mengganggu keamananan dan ketertiban serta stabilitas di Solo.

"Jangan sampai kasus ini dipolitisir sehingga menjurus ke arah SARA, perpecahan di wilayah Solo," ujarnya.

Ditemui secara terpisah, orangtua korban, Suharto menyerahkan sepenuhnya kasus yang menimpa anaknya kepada kepolisian.

Ia meminta agar kasus tersebut tidak dipolitisir sehingga dapat memperkeruh suasana. "Kami mempercayakan musibah yang menimpa anak kami kepada Polresta Surakarta. Jangan dipolitis dengan hal yang tidak kami inginkan. Yang kami inginkan arwah anak kami tenang," kata Suharto.

Pihaknya yakin kepolisian dapat menangani kasus yang menimpa anaknya itu secara transparan.

"Kami mohon sekali lagi jangan dipolitisir. Biarkan anak kami tenang di sana. Kami sudah ikhlas dan sudah mempercayakan kasus ini kepada Polresta Surakarta," tutupnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved