Berita Kota Kupang

Daging Kurban di Mesjid Raya Nurssa'adha Kota Kupang Layak Dikonsumsi

drh. Vitri A. K. Dewi mengatakan semua daging kurban yang dipotong di Mesjid Raya Nurussa'adha Kota Kupang layak dikonsumsi.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Pendamping Petugas Pemeriksaan Kesehatan Hewan dari Dinas Pertanian Kota Kupang, drh. Vitri A. K. Dewi saat memeriksa organ dalam hewan kurban di Mesjid Raya Nurussa'adha Kupang, Rabu (22/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pendamping Petugas Pemeriksaan Kesehatan Hewan dari Dinas Pertanian Kota Kupang, drh. Vitri A. K. Dewi mengatakan semua daging kurban yang dipotong di Mesjid Raya Nurussa'adha Kota Kupang layak dikonsumsi.

Vitri mengatakan, daging korban dinyatakan layak dikonsumsi setelah pihaknya melakukan pemeriksaan Ante Mortem terhadap empat ekor sapi dan 11 ekor kambing sebelum dipotong.

" Hasil pemeriksaan ante mortem sebelum dipotong, sapi empat ekor dan kambing 11 ekor, hasinya dinyatakan sehat dan boleh dipotong," kata Vitri usai melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan kurban di Mesjid Raya Nurussa'adha Kupang, Rabu (22/8/2018).

Baca: Di RPH Darma Jaya, Limbah Hewan Kurban Dijadikan Pupuk

Vitri mengatakan, selain memeriksa ante mortem, setelah dipotong, pihaknya juga memeriksa post mortem terhadap empat ekor sapi dan 11 ekor kambing. Hasil pemeriksaam post mortem menyatakan sehat dan layak dikonsumsi.

" Setelah dipotong, kami juga memeriksa post moterm terhadap semua empat ekor sapi dan delapan ekor kambing, dan dinyatakan sehat dan layak dikonsumsi. Sisa tiga ekor kambing tidak dipotong karena mau disumbangkan ke panti asuhan," ungkap Vitri.

Tujuan dari pemeriksaan terhadap semua hewan kurban tersebut, jelas Vitri, untuk menyingkirkan atau mengeliminasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya penularan penyakit dari hewan ke manusia yang mengkonsumsi daging kurban tersebut.

" Selain itu menciptakan daging yang dikonsumsi aman, sehat, utuh dan halal (Asuh). Sehingga masyarakat yang mengkonsumsi daging tersebut merasa aman dan sejahtera," ujar Vitri. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved