Breaking News:

Berita Fashion

Merajut Nusantara Pameran Kebaya dari Aceh Hingga Papua

Bagaimana jadinya sebuah peragaan busana memamerkan kebaya yang mewakili sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Editor: Apolonia Matilde
ISTIMEWA
Para staf perempuan Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (21/4/2018), mengenakan kebaya bebas dalam rangka Kartini Flight GA204 dari Jakarta ke Yogyakarta.(KOMPAS.com/SILVITA AGMASARI) 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Kebaya khas Jawa mungkin sudah tak asing bagi kita. Tapi bagaimana jadinya jika sebuah acara peragaan busana memamerkan kebaya yang mewakili sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Desainer kebaya pengantin, Vera Anggraini (Vera Kebaya) akan memamerkan total 40 koleksi kebaya pada peragaan busana yang akan diselenggarakan 15 Agustus mendatang di Raffles Hotel Jakarta.

Ciri khas setiap daerah akan dipadukan dengan keanggunan kebaya dan aksesori yang mempercantiknya. Enggan muluk-muluk, Vera sebagai pecinta budaya dan pekerja seni berharap setiap masyarakat tak lupa akan budayanya dan bangga dengan keberagaman suku di Indonesia.

Baca: Ditanya Jokowi Mau Minta Apa, Ini Jawaban Joni Si Pemanjat Tiang Bendera

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan busana tradisional di hari pernikahan. "Orang Papua, misalnya, biasanya memakai gaun. Apakah cocok atau bagus menggunakan kebaya? Mungkin dengan saya menunjukkan ini, suku-suku di Indonesia akan bangga dan mau menggunakannya," kata Vera dalam konferensi pers di Raffles Hotel Jakarta.

Potongan dasar kebaya akan dibawakan dengan gaya sederhana, seperti kebaya encim, baju kurung, baju bodo, dan lainnya. Setiap busana akan fokus pada ornamen yang mendekati pakem setiap daerah.

Bahan yang dipilih cenderung beragam. Mulai dari brokat, beludru, tenun, hingga organdi tile.

Baca: Pemain Tim Pelajar Terima Beasiswa Masing-masing Rp 40 juta dari Menpora

Warna kebaya yang ditampilkan juga akan beragam dan tidak menonjolkan warna tertentu.

Namun, warna tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik setiap daerah. Kebaya dari daerah Sumatra, misalnya, akan cenderung berwarna lebih terang dan kontras.

Sementara Kalimantan cenderung menonjolkan warna alam.

Meski bertema tradisional, namun Vera berusaha memodifikasi koleksinya agar bisa diterima generasi muda. "Saya mencoba sedikit bereksperimen dan berusaha menampilkan sesuatu yang berbeda. Tetap menunjukkan ciri khas daerah tapi juga mengakomodasi apa yang disukai generasi muda. Jadi cocok untuk zaman now," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved