Berita Kabupaten TTS

5 Warga Binaan Rutan Kelas II B SoE Dapat Remisi Langsung Bebas

Perayaan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 73- menjadi begitu spesial bagi lima warga binaan rumah tahanan kelas II B, Soe.

5 Warga Binaan Rutan Kelas II B SoE Dapat Remisi Langsung Bebas
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Staf Registrasi Rutan Kelas II B Soe, Mohamad Zeinal. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Perayaan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 73- menjadi begitu spesial bagi lima warga binaan rumah tahanan kelas II B, Soe.

Pasalnya, tepat di tanggal 17 Agustus 2018, lima warga binaan masing-masing atas nama, Stenli Nenometa, Yesaya Tunliu, Imanuel Massa, Yohanis Nuban dan Markus Lassa mendapat remisi dari Presiden Joko Widodo dan dinyatakan langsung bebas.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Rutan Kelas II B, Soe, Lukas Laksana melalui Staf Registrasi, Mohamad Zeinal kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (16/8/2018) di ruang kerjanya.

Baca: PMI Ngada Serahkan Bantuan untuk Korban Musibah Gurusina

Ia mengatakan, pihak Rutan Soe mengusulkan seluruh warga binaan untuk bisa mendapatkan remisi. Namun, dari Kementerian Hukum dan HAM akan melakukan seleksi berdasarkan persyaratan Administratif dan Subtantif.

Setelah dilakukan seleksi, dari 193 nama yang dikirimkan, 109 warga binaan mendapatkan remisi.

" Kita usulan seluruh warga binaan tetapi ada beberapa pertimbangan di antaranya, berkelakuan baik, sudah menjalani masa hukuman minimal 6 bulan berturut-turut, tidak melakukan pelanggaran disiplin dan beberapa syarat subtantif lainnya," ungkap Mohamad.

Penyerahan remisi, lanjut Mohamad, akan dilakukan langsung oleh bupati TTS, Ir. Paul Mella pada upacara peringat proklamasi esok, Jumat.

Selain lima warga binaan yang langsung bebas, 104 warga binaan lainnya mendapatkan remisi dengan variasi pemotongan masa penahanan di antara satu hingga enam bulan.

Mohamad berharap, remisi yang diberikan bisa memotiasi para warga binaan untuk terus memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

"Beberapa warga binaan yang tidak mendapatkan remisi disebabkan karena tidak memenuhi persyaratan di antara menjalani masa hukuman 6 bulan berturut-turut, belum membayar ganti rugi dan denda terkait kasus korupsi dan melakukan pelanggaran disiplin," jelasnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved