Berita Kabupaten TTS

Motif TTS Dalam Balutan Kain Batik

Disdagperinkop dan UKM, Kabupaten TTS kerja sama Gerakan Belanja Produk Indonesia (Gerbapi) menggelar pelatihan membatik tanggal 10-16 Agustus

Motif TTS Dalam Balutan Kain Batik
pos kupang.com, dion kota
Kepala Dinas Perdangan, perindustrian, koperasi dan UMKM Kab TTS, Benny Frits Tobo sedang meninjau pelatihan membatik dengan motif khas TTS di hotel jati asih 

Laporan, Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Jika selama ini masyarakat hanya menemukan motif khas TTS dalam kain tenun, maka kedepan, masyarakat bisa menjumpai motif khas TTS dalam balutan kain batik.

Untuk itu, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM, Kabupaten TTS bekerja sama dengan Gerakan Belanja Produk Indonesia (Gerbapi) menggelar pelatihan membatik dari tanggal 10 hingga 16 Agustus mendatang. Kegiatan yang digelar di hotel jati Asih ini, diikuti oleh ke‎lompok tenun dan kelompok sabson.

Kepala Dinas Perdangan, perindustrian, koperasi dan UMKM Kab TTS, Benny Frits Tobo yang ditemui pos kupang, Rabu ( 15/8/2018) mengatakan, ide untuk membuat pelatihan membatik dengan motif khas TTS muncul setelah melihat batik saat ini sudah menjadi salah satu pakaian nasional.

Selama ini motif khas TTS hanya bisa ditemui di kain tenun yang harganya di atas satu juta. Untuk itu, melihat peluang ini, pihaknya membuat pelatihan membatik dengan motif khas TTS agar motif khas TTS bisa ditemukan dikain batik dengan harga yang jauh lebih murah.

" Setelah beberapa hari pelatihan ini kita lihat ternyata motif khas TTS jika dibatik juga bagus. Selain itu, harganya lebih murah sehingga bisa dijangkau kalangan menegah ke bawah. Sehingga baik masyarakat kecil maupun ASN bisa mendapatkan kain batik dengan motif khas TTS dengan harga yang terjangkau," ungkapnya.

Yayu Neolaka, peserta pelatihan membatik dengan motif khas TTS mengaku, pelatihan membatik dengan motif khas TTS merupakan suatu hal yang baru baginya. Namun, dirinya merasa senang karena mendapatkan keterampilan baru. Ia berjanji, ilmu yang didapatkan selama mengikuti pelatihan membatik akan dibagikan kepada anggota kelompok tenun lainnya.

" Ternyata membatik tidak terlalu sulit, kita hanya harus teliti dan sabar ketika membatik. Usai pelatihan ini saya akan coba menularkan ilmu yang saya dapatkan selama pelatihan kepada anggota kelompok tenun lainnya. Kedepan, jika mendapatkan bantuan modal kita akan coba produksi tenun dengan motif khas TTS, " ujarnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved