Berita Pilpres 2019

Mahfud MD Gagal jadi Cawapres Jokowi, Rocky Gerung Sebut yang Terhina Adalah Moralitas Publik

Mahfud MD Gagal jadi Cawapres Jokowi, Rocky Gerung Sebut yang Terhina Adalah Moralitas Publik

Mahfud MD Gagal jadi Cawapres Jokowi, Rocky Gerung Sebut yang Terhina Adalah Moralitas Publik
ISTIMEWA
Mantan Ketua MK, Mahfud MD bersama Ketua DPP dan Sekjen PSI 

POS-KUPANG.COM - Mahfud MD Gagal jadi Cawapres Jokowi, Rocky Gerung Sebut yang Terhina Adalah Moralitas Publik

Pengamat politik Rocky Gerung mengutarakan pendapatnya terkait Mahfud MD yang batal menjadi calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang.

Melalui tayangan Youtube Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (14/8/2018), Rocky Gerung mengatakan jika Mahfud MD adalah korban.

Menurutnya, hal tersebut merupakan kejadian tidak bermoral (imoral) yang ditunjukkan dalam pesta demokrasi.

"Ini soal imoral, itu adalah delik moral mempermalukan seorang warga negara di ujung pesta, apa kurang tidak bermoralnya itu," kata Rocky.

Baca: Kabupaten Ende Masih Alami Kekurangan Guru Agama

Baca: Kaum Bapak Tunjuk Kebolehan Lari Karung di Noelbaki

Baca: Live Streaming Indonesia vs Palestina, Siaran langsung SCTV Jam 7 Malam Ini

Mantan Ketua MK Mahfud MD saat mengisi talk show di Mataram, Sabtu (7/4/2018).
Mantan Ketua MK Mahfud MD saat mengisi talk show di Mataram, Sabtu (7/4/2018). (KOMPAS.com/FITRI)

"Orang Indonesia menyaksikan itu dan mencatat di dalam batinnya, satu perbuatan imoral dan standar moral orang indonesia sangat tinggi itu, politik dijadikan semacam pameran imoralitas," tambahnya.

Rocky juga mengatakan jika Mahfud terlihat tegar saat dirinya mengatakan tidak kecewa atas keputusan Jokowi.

"Tentu pak Mahfud dengan tegar mengatakan dia tidak tersinggung, dia tidak kecewa. Itu diucapkan karena itu pilihan terakhir dari sang korban. Dia tidak tersinggung walaupun itu kejadian terhina di depan publik," ujar Rocky.

Rocky juga mengatakan bahwa kejadian tersebut akan memeliki efek orang tidak akan mempercayai sepenuhnya Mahfud.

"Orang akan sukar percaya bahasa tubuh dari pak Mahfud karena dia mengalami secara eksistensial penghinaan di depan publik," tambah akademisi ini.

Baca: Baru Setahun Berdiri, Gedung DPD RI Provinsi NTT Sudah Bocor

Baca: Kaum Bapak Tunjuk Kebolehan Lari Karung di Noelbaki

Rocky Gerung
Rocky Gerung 
Halaman
1234
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved