Berita Kota Kupang

Fakultas Hukum Undana Gelar FGD Kajian Hasil Perekaman Persidangan Perkara Tipikor 2017

FH Undana Kupang mengelar Fokus Group Disscussion (FGD) 1 untuk mengkaji hasil perekaman persidangan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)

Fakultas Hukum Undana Gelar FGD Kajian Hasil Perekaman Persidangan Perkara Tipikor 2017
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Ketua Tim Kajian dan Pemanfaatan Hasil Perekaman Persidangan Perkara Tipikor, Fakultas Hukum Undana, Darius Antonius Kian, SH.,M.H 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang mengelar Fokus Group Disscussion (FGD) 1 untuk mengkaji hasil perekaman persidangan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Tipikor pada tahun 2017.

Kegiatan yang menghadirkan para praktisi hukum, akademisi, LSM, dan LBH, serta aktivis tersebut digelar di Ruang Teleconference Fakultas Hukum Undana pada, Rabu (15/8/2018) yang dimulai sekira pukul 08:30 hingga 13:30 Wita.

Ketua Tim Kajian dan Pemanfaatan Hasil Perekaman Persidangan Perkara Tipikor, Darius Antonius Kian, SH.,M.H usai mempimpin FGD tersebut mengatakan, kegiatan kajian tersebut sesungguhnya merupakan kerja sama dari KPK dan Fakultas Hukum Undana Kupang.

Baca: Amerika Serikat dan Turki Saling Balas Tarif Impor Tinggi

" Namun sebelum dilakukan kajian, kami melakukan kegiatan perekaman sidang di Pengadilan Tipikor khususnya kasus korupsi tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua dengan terdakwa Lewi Tandirura sudah direkam semua," ungkap Darius yang juga seorabg dosen di Fakultas Hukum Undana.

Lanjut Darius, pihaknya juga sudah mengirim hasil perekaman persidangan kasus tipikor tersebut ke KPK. Karena sudah di kirim ke KPK, dan KPK telah mendengar dan menonton perekaman kasus tersebut, akhirnya KPK tertarik untuk dilakuka penkajian yang lebih mendalam terhadap kasus tersebut.

" Tujuan dari kegiatan ini sesungguhnya tidak bermaksud untuk mengadili putusan karena putusannya sudah berjalan. Tapi tujuan dari kegiatan ini memperkaya akademik dalam rangka perkembangan hukum pidana kedepan," ungkap Darius.

Tujuan lain, tambah Darius, yakni memperkaya wawasan mahasiswa yang melakukan perekaman hasil persidangan sehingga dapat memiliki banyak ide untuk melakukan penulisan tugas akhir.

Selain itu, ungkap Darius, kegiatan tersebut tidak hanya secara akademik diperuntukan bagi mahasiswa, namun ada juga sumbangan juga kepada masyarakat. Hal itu karena yang datang dalam mengikuti kajian tersebut yaitu Forum Pemerhati Sabu Raijua, Praktisi Hukum, Akademisi, dan Perwakilan Komisi Yudisial, LBH APIK dan PIAR.

" Memang kita sesungguhnya mengharapkan ada masukan-masukan diluar kampus yang memperkaya kajian kami sehingga bermanfaat bagi masyarakat," ungkap Darius.

Darius menjelaekan, laporan yang dihasilkan dari kajian itu nantinya akan diserahkan kepada KPK, sehingga diharapkan dengan kajian terhadap putusan pengadilan tersebut, KPK semakin diperkaya untuk kemudian lebih giat dalam proses penegakan hukum tindak pidana korupsi.

" Karena laporan ini akan dimasukan ke deputi bidang informasi dan data di KPK. Sehingga besar harapan kami, nanti pada kajian keduanya yang hadir adalah deputi bidang informasi dan data," pungkas Darius. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved