Berita Internasional

200 Pasien Pusat Rehabilitasi Narkoba di Vietnam Melarikan Diri

Sekitar 200 pasien ketergantungan narkoba yang tengah menjalani perawatan di pusat rehabilitasi di Vietnam melarikan diri, Sabtu (11/8/2018).

200 Pasien Pusat Rehabilitasi Narkoba di Vietnam Melarikan Diri
KOMPAS.com/THINKSTOCKPHOTOS
Ilustrasi melarikan diri 

POS-KUPANG.COM | TIEN GIANG - Sekitar 200 pasien ketergantungan narkoba yang tengah menjalani perawatan di pusat rehabilitasi di Vietnam melarikan diri, Sabtu (11/8/2018).

Namun sekitar setengah di antaranya telah dapat kembali ditangkap. "Masih ada sekitar 100 pecandu yang masih dalam pelarian dan kini dalam pencarian polisi," kata salah seorang petugas polisi yang tak ingin disebut namanya, kepada AFP.

Insiden ini menjadi yang kesekian kalinya terjadi di pusat rehabilitasi narkoba yang kontroversial di provinsi Tien Giang, Vietnam.

Baca: Di Ponorogo, Jokowi-Maruf Ditarget Menang 70 Persen

Dilaporkan situs berita pemerintah, VnExpress, insiden bermula dari para pasien yang terlibat perselisihan dengan staf pusat rehabilitasi. Ketegangan meningkat dan berubah menjadi tindak kekerasan.

Sejumlah pasien disebut mempersenjatai diri dengan pisau dan batu bata, serta mendorong pasien lainnya untuk mendobrak pintu keluar.

Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan laki-laki dengan sebagian besar bertelanjang dada, berlarian di jalan raya dekat pusat rehabilitasi.

"Mereka bergerak melewati lingkungan saya sambil membawa tongkat dan berteriak-teriak seperti demonstran. Saat kami melihat mereka, kami merasa takut dan cemas," kata salah seorang warga Le Hai Trieu.

Sejumlah warga lain turut membantu petugas meringkus para pasien yang kabur. Insiden serupa dikatakan sempat terjadi pada beberapa tahun terakhir yang dipicu perlakuan terhadap pasien dan fasilitas di pusat rehabilitasi yang tidak memadai.

Media setempat mengatakan, lebih dari 650 pasien terdaftar di fasilitas Tien Giang, menyebabkan pusat rehabilitasi itu penuh sesak.

Di antara para pasien terdapat pecandu yang dikirim pengadilan untuk menjalani rehabilitasi hingga dua tahun, sementara lainnya adalah mereka yang diantarkan pihak keluarga maupun yang datang sendiri secara sukarela.

Tidak diketahui berapa banyak pasien yang diperintahkan pengadilan maupun yang secara sukarela.

Ada lebih dari 220.000 pecandu narkoba terdaftar di sejumlah pusat rehabilitasi di Vietnam, menurut statistik resmi yang dirilis tahun lalu. Kebanyakan terkait kasus penggunaan heroin dan metampetamin. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved