Minggu, 19 April 2026

Berita Kota Kupang

Membawakan Story Telling Kopdit Swastisari, Begini Cara Bernadia Belajar Bahasa Inggris

Bernadia Ludwine Andrily, siswi SMPK St. Theresia Kupang tampil memukau membawakan Story Telling tentang Kopdit Swastisari

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Bernadia Ludwine Andrily seusai membawakan Story Telling di Kantor Kopdit Swastisari Cabang Kupang, Sabtu (11/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM |KUPANG - Bernadia Ludwine Andrily, siswi SMPK St. Theresia Kupang tampil memukau membawakan Story Telling tentang Kopdit Swastisari dalam acara puncak perayaan ulang tahun ke 30 Kopdit Swastisari di halaman kantor Kopdit Swastisari Cabang Kupang, Sabtu (11/8/2018).

Dalam bahasa Inggris Bernadia menjelaskan dengan lincah dan eksperesif menjelaskan berbagai produk yang di ada di Kopdit Swastisari.

Ia selalu tersenyum ramah kepada audiens di setiap jeda ia menjelaskan materi tersebut. Para pegawai, pengurus dan tamu undangan yang menyaksikan penampilan Bernadia tampak tersenyum kagum.

Baca: Minta Ayahnya Dibebaskan dari Penjara, Bocah Ini Surati Ibunda Jokowi

Salah seorang pegawai Kopdit Swastisari berkomentar 'Wow, bagaimana bisa gadis ini berbicara dalam bahasa Inggris dengan lancar. Pengucapannya sempurna.'
Gemuruh tepuk tangan menggema di akhir penampilannya.

Story Telling merupakan lomba yang diadakan oleh Kopdit Swastisari dalam rangka memeriahkan ulang tahunnya yang ke 30. Lomba ini diikuti oleh sejumlah siswa-siswi sekota Kupang beberapa waktu lalu.

Bernadia dinobatkan menjadi juara dalam lomba tersebut dan berkesempatan kembali membawakan Story Tellingnya dalam acara puncak perayaan ulang tahun Kopdit Swastisari.

Di wawancarai POS-KUPANG.COM, usai membawakan materi, Bernadia mengatakan ia memilih membuat Story Telling tentang Kopdit Swastisari dalam bahasa Inggris.

Untuk itu dirinya mempersiapkan naskah dan latihan pengucapan dalam bahasa Inggris. Ia mengatakan, dirinya sudah menyukai bahasa Inggris sejak kecil. Cara belajarnya pun beragam. Melalui les privat, les di sekolah dan belajar sendiri di rumah.

Menurutnya belajar bahasa Inggris itu mudah asalkan kita punya niat untuk menjadikan bahasa Inggris bagian dari keseharian kita.

"Sebenarnya gak terlalu sulit sih, asalkan kita punya niat. Kalau ada niat, pasti dikit-dikit ngomong Inggris, walaupun bicara sendiri," ungkapnya.

Selain itu ia juga menjelaskan, media yang bisa dipakai untuk belajar bahasa Inggris adalah film dan lagu. Menurutnya kalau kita sering mendengar lagu atau menonton film dalam bahasa Inggris, kita akan terbiasa dengan ucapan-ucapan dalam bahasa Inggris.

Selain itu di facebook atau instagram, kata dia, kita bisa search grup-grub atau orang yang posting status atau video dalam bahasa Inggris. "Yah biar ada manfaatnya di media sosial juga kita bisa belajar kok," ungkapnya.

Ia menambahkan, ke depan dirinya akan lebih giat lagi belajar bahasa Inggris.

Tak lupa ia mengucapkan limpah terima kasih kepada Kopdit Swastisari yang telah menyelenggarakan lomba Story Telling. Ia menilai lomba yang diadakan Kopdit Swastisari ini kreatif dan mendidik. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved