Berita Kota Kupang

Lomba Tarian Kreasi Germas WKRI NTT, Peserta Gunakan Kostum Unik Sayur dan Buah

Puluhan wanita peserta lomba tari kreasi Germas yang diselenggatakan DPD WKRI NTT pada Sabtu (11/8/2018) sore itu tampak cantik dan unik.

Lomba Tarian Kreasi Germas WKRI NTT, Peserta Gunakan Kostum Unik Sayur dan Buah
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Peserta Lomba tari kreasi Germas dalam rangka HUT WKRI ke-94 dari DPC WKRI St Familia Sikumana di Aula Museum Dinas Kebudayaan NTT pada Sabtu (11/8/2018) malam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Puluhan wanita peserta lomba tari kreasi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) yang diselenggatakan DPD WKRI NTT pada Sabtu (11/8/2018) sore itu tampak cantik dan unik.

Dengan make up cantik dan kostum unik, sebanyak 46 peserta yang terdiri dari enam kelompok tari itu melenggak lenggok membawakan tari kreasi di panggung lomba dalam Aula Museum Donas Kebudayaan Provinsi NTT di Jalan Frans Seda Kota Kupang.

Dengan kostum aneka warna, aksesoris yang mereka pakai pun beragam. Semuanya dikreasikan dari sayur dan buah.

Baca: Dapat Poin Penuh, Perse Ende Tim Pertama Lolos ke Semifinal

Peserta tari dari DPC WKRI St Maria Assumpta misalnya, dengan kostum warna merah muda, mereka padukan dengan asesoris dari sayur dan buah.

Anting yang mereka pakai dikreasi dari paduan wortel, bunga kol dan kacang panjang. Kalung disulap dari paduan wortel, kacang panjang, jagung serta bunga kol. sedangkan ikat pinggang dari jagung dan kacang panjang.

Menurut perancangnya, kreasi ini merupakan simnolisasi persatuan dalam keberagaman. Bahwa sebagai anggota WKRI mereka harus selalu menekankan persatuan dalam keberagaman mereka.

Demikian pula dengan peserta dari WKRI St. Familia Sikumana. Dengan kostum putih yang dipadukan dengan rok kreasi kain tenun bajawa, mereka mengenakan asesoris dari sayur dan buah. Hiasan rambut dibuat dari bunga brokoli, ikat kepala dari anyaman kacang panjang, serta kalung yang di kreasi dari sayur kol dam lombok serta anting dari potongan wortel.

Salah seorang peserta, Sarchy Namang (32) anggota DPC WKRI St Maria Assumpta mengaku puas. Menurutnya, kegiatan ini merupakan kegiatan yang bagus dan positif, karena selain budayakan lagu daerah dalam tari, tetapi kegiatan ini juga mengkampanyekan pola hidup sehat dalam keluarga.

"Sehingga ini bermakna positif untuk jasmani dan rohani, kita kampanye makanan sehat, juga gerakan sehat dalam tari yang juga merupakan senam" ungkapnya.

Ketua DPD Ursula dalam sambutannya sebelum pelaksanaan lomba mengatakan, panggung perlombaan ini diadakan untuk mengeksploitasi seluruh kemampuan yang dimiliki oleh anggota WKRI dalam hal berkesehatan maupun berkesenian.

"Yang kita buat ini bukan hanya untuk mencari siapa yang terkuat atau juara, tapi untuk merajut kebersamaan dalam wadah WKRI. Sehingga harapannya kita melihat panggung ini sebagai panggung persaudaraan," ungkapnya.

Sebanyak enam kontingen ikut memeriahkan lomba tari kreasi germas ini yakni WKRI St Fransiskus Assisi BTN Kolhua, WKRI St Maria Assumpta, WKRI Kristus Raja Katedral, WKRI St Simon Petrus Tarus, WKRI St Familia Sikumana, serta WKRI St Yoseph Pekerja Penfui.

Perlombaan ini menghadirkan tiga juri yang terdiri dari Pius Angelo Oktavoan Dato atau dikenal Bibi Aya, seorang instruktur dan penata busana dai Taman Budaya NTT, Maria Rosalinda Ndiwa dari WKRI serta Jasinta Ivony Ngongo dari Dinas Kedehatan Provinsi NTT.

Lomba ini diselenggarakan untuk mendukung kapanye hidup sehat dengan makan sayur buah. Saat ini WKRI merupakan salah satu ormas yang mendukung progran pemerintah. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved