Berita Manggarai Barat
Ketua PHRI : Karyawan Hotel di Mabar Harus Tonjolkan Budaya Manggarai
Bila tak ada SIM maka tidak layak menjadi driver, demikian juga dengan sertifikasi profesi bagi karyawan hotel.
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS KUPANG.COM Servatinus Mammilianus
POS--KUPANG.COM|LABUAN BAJO--Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Manggarai Barat (Mabar) Silvester Wanggel, meminta semua karyawan hotel di daerah itu harus menonjolkan budaya Manggarai.
Dia menyampaikan itu kepada 50 orang karyawan dan karyawati dari sejumlah hotel di Labuan Bajo yang mengikuti ujian sertifikasi profesi, Sabtu (11/8/2018) di aula Luwansa Hotel Labuan Bajo.
"Jangan lupa jati diri kita sebagai orang Manggarai. Jangan mengadopsi budaya dari luar, harus tunjukan kearifan lokal. Tonjolkan budaya Manggarai," kata Silvester saat acara pembukaan ujian.
Dia menyampaikan bahwa sertifikasi sangat penting bagi semua karyawan hotel sebagai pengakuan resmi bahwa yang bersangkutan seorang pekerja profesional di perhotelan.
Dia mencontohkan sertifikasi profesi itu sama seperi SIM. Bila tak ada SIM maka tidak layak menjadi driver, demikian juga dengan sertifikasi profesi bagi karyawan hotel.
"Kenapa karyawan hotel harus sertifikat, karena kalau hotel mau naik kelas atau bintang maka harus lima puluh presen karyawanya bersertifikat ujian kompetensi," kata Silvester.
Dia juga meminta agar para pekerja hotel harus menjaga sikap yang baik dalam mejalankan tugasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/para-peserta_20180811_145325.jpg)