Berita Kabupaten Nagekeo
Promosikan Kampung Adat Lewat Wisatawan yang Datang
Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Nagekeo, Yohanes Niku, mengatakan, Nagekeo memiliki banyak potensi.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Nagekeo, Yohanes Niku, mengatakan, Nagekeo memiliki banyak potensi.
Baik itu adat-istiadat, budaya dan tempat-tempat wisata lainnya.
Di Nagekeo banyak kampung adat yang masih asri. Sebut saja Tutu Bhada di Rendu. Nunungongo di Tengatiba. Air terjun Ngaba Tata di Rendu Butowe Aesesa Selatan.
"Saya bawa mereka kesini supaya mereka promosikan kampung adat ini keluar. Selama ini yang mereka kenal hanya kampung adat Bena dan Tutu Bhada. Kita promosikan kampung adat dan potensi wisata Nagekeo lewat wisatawan asing," ungkap Jhon, kepada POS KUPANG.COM, Kamis (9/8/2018).
Ia mengaku kampung adat di Nagekeo masih sangat asri dan unik seperti di Ngada. Sehingga semua potensi yang ada dikenal oleh wisatawan asing.
Ia mengaku Nunungongo menjadi ikon di Nagekeo. Tapi banyak yang belum tahu. Padahal kampung Nunungongo dekat pinggir jalan.
Ia mengatakan selama tidak dipromosikan, orang-orang dari luar tidak akan tahu potensi di Nagekeo.
"Lingkungannya bagus dan tenang dan tidak terlalu ramai seperti di Bena. Ini menjadi potensi di Nagekeo. Kita promosikan ini. Siapa lagi kalau bukan kita," papar Jhon.
Ia mengaku tidak akan bosan-bosan mempromosikan potensi wisata yang ada di Nagekeo.
Ia meminta agar pemda Nagekeo juga mendukung upaya promosi. Sehingga Nagekeo semakin dikenal didunia luar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dua-orang-bule-asal-jerman_20180809_090853.jpg)