Berita Kota Kupang

ASN Provinsi NTT Terancam Hukuman Mati, Miliki Senpi Organik dan Amunisi Ilegal

Jemmy alias JAB (42) seorang ASN di Lingkup Provinsi NTT terancam hukuman mati atas kasus kepemilikan senjata api organik ilegal

ASN Provinsi NTT Terancam Hukuman Mati, Miliki Senpi Organik dan Amunisi Ilegal
POS KUPANG/RYAN NONG
Dir Reskrimum Polda NTT Kombes Pol Yudi Agustinus Benyamin Sinlaeloe SIK didampingi oleh Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast saat memberikan keterangan pers terkait kepemilikan senjata api legal atas tersangka Jimmy alias JAB dan Hendrik alias JHM di Polda NTT pada Kamis (9/8/2018) siang.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

 POS-KUPANG.COM | KUPANG -– Jemmy alias JAB (42) seorang ASN di Lingkup Provinsi NTT terancam hukuman mati atas kasus kepemilikan senjata api organik ilegal jenis VZ58 beserta amunisinya.

JAB ditangkap tim Tahti Polda NTT pada Rabu (1/8/2018) sokitar pukul 03.20 Wita di daerah kolam Air Nona, Kelurahan Bakunase Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Dan dari tangan JAB, polisi menyita satu pucuk sanjata api laras panjang type VZ 58 yang merupakan senjata organic buatan Cheko beserta lima butir amunisi kalber 7,02 mm.

Hal ini diungkapkan Dir Reskrimum Polda NTT Kombes Pol Yudi Agustinus Benyamin Sinlaeloe SIK pada jumpa pers atas kasus kepemilikan senjata api illegal di Ruang Konferensi Pers Direktorat Reskrimum Polda NTT pada Kamis (9/8/2018) pagi. Saat memberikan keterangan pers, Direskrimum yang didampingi Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Julest Abraham Abast itu mengungkapkan, terhadap tersangka atas kasus kepemilikan senjata api illegal itu diancam dengan hukuman mati atau seumur hidup atau penjara setinggi-tingginya 20 tahun.

“Pasal yang disangkakan adalah pasal satu ayat satu UU Darurat Nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau penjara setingginya 20 tahun,” ungkap Kombes Yudi.

Kronologis kejadian bermula ketika pada Rabu (1/8/2018) sekira pukul 01.00 Wita, seorang anggota Direktorat Tahti Polda NTT atas nama bripka AJBT mendapat informasi tentang adanya kepemilikan senjata api tanpa ijin oleh masyarakat.  Atas informasi tersebut Bripka AJBT mengajak dua orang anggota lainnya, Bripka RS dan Briptu CM untuk melakukan penangkapen terhadap pelaku.

Selanjutnya pada pukul 03.20 Wita ketiga orang anggota tersebut melakukan penghadangan terhadap pelaku JAB yang akan melalui Jalan Eitari menggunakan sepeda motor. Saat itu, pelaku berhasil kabur dan kemudian anggota melakukan pengejaran dan berhasil menangkap polaku JAB di dekat kolam Air Nona Kelurahan Air Nona Kecamatan Kota Raja Kota Kupang. Dari pelaku, anggota berhasil mengamankan satu pucuk senjata api laras panjang dan 5 butir amunisi yang dimasukkan dalam sarung raket tenis.

Setelah melakukan pemerikasaan terhadap pelaku, Tim Subdit III Jatanras Polda NTT kemudian melakukan pengembangan dan penangkapan terhadap pelaku lain yang juga merupakan rekan berburu tersangka JAB atas nama Hendrik alias JHM (52) seorang wiraswasta yang tanggal di Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang..

Dari tangan H, Tim Subdit III Jatanras  Polda NTT berhasil menyita lima pucuk senjata api illegal milik H yang disimpan dalam mobil miliknya saat berada di Jalan Kecipir Keurahan Bakunase Kecamatan Kota Raja Kota Kupang.

Barang bukti yang berhasil disita polisi dari pelaku H berupa satu pucuk senjata api laras panjang jenis Ruger Mini, satu pucuk senjata api laras panjang jenis Raminton, dua pucuk senjata api laras panjang jenis CI8, satu batang laras senjata shot gun kalibenya, 278 butir peuru jenis Glok kaliber 3mm,  47butir peluru untuk RG kaliber 5,60mm, 19 butir peluru shot Gun kaliber 12mm, 6 butir peluru moser kalber 303mm, 5  butir peluru raminton kaliber 6,2mm, 1 butir amunisi refolver kaliber 34mm, 2 buah magasin RM dan 1 buah obeng pendak.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved