Berita Gempa Lombok

Wisatawan Asing Batal ke Lombok, Indonesia Rugi Rp 1,4 Triliun

Bencana gempa bermagnitudo 7,0 di Lombok, NTB selain menimbulkan korban jiwa juga berdampak kerugian terhadap negara.

Wisatawan Asing Batal ke Lombok, Indonesia Rugi Rp 1,4 Triliun
KOMPAS.com/Aji YK Putra
Menteri Pariwisata, Arif Yahya bersama PJS Walikota Palembang, Ahmad Najib 

POS-KUPANG.COM | PALEMBANG - Bencana gempa bermagnitudo 7,0 di Lombok, Nusa Tengga Barat (NTB) selain menimbulkan korban jiwa juga berdampak kerugian terhadap negara.

Menteri Pariwisata, Arif Yahya mengatakan, pasca terjadinya gempa hebat di Lombok, Indonesia harus merugi Rp 1,4 triliun. Pasalnya, banyak wisatawan asing yang menunda keberangkatan mereka akibat bencana tersebut.

"Untuk total kerugian materi belum bisa dihitung. Tapi yang jelas kita sudah merugi Rp 1,4 triliun karena wisatawan asing banyak yang menunda kesana (Lombok)," kata Arif saat berada di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (8/8/2018).

Baca: Di Ile Ape Lembata, Penguat Signal Digantung di Pohon Lontar

Wisata di Lombok, menurut Yahya, menjadi tempat favorit wisatawan. Sebab di sana banyak obyek wisata alam.

Meski demikian, Arif menyebutkan, kerugian itu lebih kecil dibanding dampak bencana letusan Gunung Agung di Bali beberapa waktu lalu.

Di sana, hampir 1.000 wisatawan membatalkan berkunjung ke pulau dewata tersebut. "Untuk di Lombok hanya 10 persennya atau sekitar 100 orang saja. Kalau di Bali menurun sampai 1.000 wisatawan asing, ini lebih kecil," ujarnya.

Kementerian Pariwisata bersama pemerintah daerah pun saat ini sedang kembali menata ulang obyek wisata yang ada di Lombok lantaran mengalami kerusakan akibat gempa.

Setidaknya, sambung Arif, waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan seluruh akses tempat sekitar tiga pekan.

"Kalau untuk pemulihan seutuhnya membutuhkan waktu selama tiga bulan. usai recovery sudah dapat menerima wisatawan lagi. Sembari menunggu untuk pemulihan seutuhnya. Kami juga akan mengumumkan jika kondisi sudah kembali aman," jelasnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved