Berita Nasional

Pramono Sebut Kemungkinan Satu Parpol Lagi Merapat ke Koalisi Jokowi

Jumlah partai politik di koalisi pendukung Joko Widodo pada Pemilu 2019 rupanya belum tetap.

Pramono Sebut Kemungkinan Satu Parpol Lagi Merapat ke Koalisi Jokowi
KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado
Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Jumlah partai politik di koalisi pendukung Joko Widodo pada Pemilu 2019 rupanya belum tetap.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan, kemungkinan ada satu partai politik lagi yang akan merapat ke barisan pendukung Jokowi, yakni Partai Amanat Nasional ( PAN).

"Jadi kita lihat nanti pada saat tanda tangan pencalonan presiden dan wakil presiden. Apa jumlah partai politik pendukungnya sembilan atau sepuluh," ujar Pramono saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Baca: Ditanya Kemungkinan PAN Merapat ke Jokowi, Begini Tanggapan Zulkifli Hasan

Diketahui, saat ini Jokowi didukung oleh sembilan partai politik, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, PPP, PKB, Hanura, PSI, PKPI dan Perindo.

Saat ditanya apakah salah satu hambatan PAN merapat ke koalisi pendukung Jokowi adalah tidak kunjung terwujudnya pertemuan Jokowi dan Amien Rais, Pramono enggan berkomentar.

Demikian pula saat ditanya apakah komunikasi Presiden Jokowi dengan PAN tetap dilaksanakan, Pramono menjawab, "sudah, pokoknya (parpol) pendukung Pak Jokowi antara sembilan atau sepuluh."

Diberitakan, Pramono memastikan bahwa Presiden Jokowi akan mendaftarkan diri sebagai calon presiden untuk Pemilu 2019 ke KPU, Jumat (10/8/2018). Hari itu merupakan hari terakhir pendaftaran.

Pada Rabu atau Kamis malam sebelumnya, Presiden Jokowi akan terlebih dahulu mengundang para ketua umum dan sekretaris jenderal parpol pendukungnya untuk membahas pendaftaran Jokowi beserta cawapresnya ke KPU.

"Kalau enggak besok malam, atau Kamis malam, Presiden akan mengundang ketua umum serta sekjen partai. Karena hari Jumat sudah hari terakhir, (membicarakan) mengenai hari Jumat itu mendaftarnya jam berapa. Nanti Presiden yang mengetahui," ujar Pramono.

Soal siapa yang akan mendampingi Jokowi sebagai cawapres, Pramono belum bisa menjawabnya. Meski demikian, Pramono memastikan, cawapres Jokowi sudah diketahui pada Kamis (9/8/2018).

"Yang jelas, sebenarnya satu hari sebelum hari Jumat sudah bisa diketahui. Karena ketua umum dan sekjen partai pendukung itu harus tanda tangan siapa yang mau didukung," ujar Pramono. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved