Berita Regional

Terduga Teroris Pelaku Bom Pasuruan Ditembak di Malang

Seorang terduga teroris berinisial A ditangkap di kampung belakang Pasar Lawang, Desa Turirejo RT 1 RW 1 Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/Andi Hartik
Suasana di Desa Turirejo RT 1 RW 1 Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, yang merupakan lokasi penangkapan terduga teroris, Sabtu (4/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | MALANG - Seorang terduga teroris berinisial A ditangkap di kampung belakang Pasar Lawang, Desa Turirejo RT 1 RW 1 Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jumat (3/8/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Berdasarkan keterangan dari warga setempat, terduga teroris ditembak di bagian kakinya sebelum ditangkap oleh petugas.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, terduga teroris yang ditangkap merupakan pelaku ledakan bom yang terjadi di Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Baca: Ormawa Tolak Undana Jadi BLU

"Iya mas (ada penangkapan). Kasus Bangil, Pasuruan. Untuk detailnya silakan konfirmasi ke Densus Mabes atau ke Polda ya," katanya kepada Kompas.com, Sabtu (4/8/2018).

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera tidak berkenan menjelaskan penangkapan terduga teroris tersebut. "Maaf itu wilayah Densus. Bisa tanya Densus," katanya.

Ketua RT setempat, Hadi Suyatno, membenarkan adanya proses penangkapan tersebut. Namun dirinya tidak mengetahui bahwa yang ditangkap oleh petugas itu adalah terduga teroris.

"Yang kami tahu cuma satu (yang ditangkap). Petugas dibantu warga mencari barang bukti dan ditemukan pisau," katanya.

Hadi mengaku tidak mengetahui secara detil proses penangkapan itu. Saat ia mendatangi lokasi, terduga pelaku sudah tertangkap dengan luka pada kakinya.

"Di situ ada bercak darah. Yang orang tahu kakinya sudah berdarah," katanya.

Kemudian warga bersama petugas menyisir lokasi dan ditemukan sebilah pisau yang sempat digunakan terduga untuk melawan petugas.

Hadi memastikan bahwa terduga teroris yang ditangkap bukan merupakan warga di lingkungannya. Namun, Hadi mengaku pernah sekali melihat terduga.

"Kami memang kampung dekat pasar. Banyak yang berdatangan. Terus dekat dengan pemandian. Satu kali pernah lihat habis mandi naik lagi terus ke pasar," katanya.

Saat ditangkap, terduga pelaku tengah membawa tas yang isinya mi instan, baju dan berbagai perlengkapan lainnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved