Berita Internasional

Mnangagwa Jadi Presiden Terpilih Zimbabwe

Presiden petahana, Zimbabwe Emmerson Mnangagwa menang tipis dalam pemilihan umum, mengalahkan kandidat oposisi.

Mnangagwa Jadi Presiden Terpilih Zimbabwe
KOMPAS.com/AFP/ZINYANGE AUNTONY
Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa saat menghadiri kampanye partai Zanu PF di stadion kota Bulawayo, Sabtu (23/6/2018). 

POS-KUPANG.COM | HARARE - Presiden petahana, Zimbabwe Emmerson Mnangagwa menang tipis dalam pemilihan umum, mengalahkan kandidat oposisi.

Berdasarkan hasil resmi yang dikeluarkan pada Jumat (3/8/2017), Mnangagwa menang dengan suara 50,8 persen.

Posisinya unggul dibandingkan kandidat oposisi dari partai MDC, Nelson Chamisa, dengan perolehan suara 44,3 persen.

Baca: Helikopter Jatuh 18 Orang Tewas

"Emmerson Dambudzo Mnangagwa dari Partai ZANU-PF karena itu dinyatakan sebagai presiden terpilih republik Zimbabwe," kata ketua Komisi Pemilu Zimbabwe (ZEC) Priscillia Chigumba, seperti diwartakan AFP.

Mnangagwa membutuhkan lebih dari 50 persen untuk mengamankan kemenangan tanpa harus ada putaran kedua.

Seperti diketahui, situasi negara dihadapkan pada reaksi publik terhadap hasil pemilu yang telah menimbulkan bentrokan.

Mereka menuding adanya kecurangan dalam pemilu. Sebanyak enam orang tewas pada Rabu (1/8/2018), ketika pasukan melepaskan tembakan ke arah demonstran dari partai MDC.

Pengamat pemilu dari Negara Persemakmuran mengecam penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap warga sipil tak bersenjata.

Setelah Mnangagwa dinyatakan menang, juru bicara partai MDC Morgan Komichi mengatakan partainya menolak hasil pemilu. "Kami akan bawa ini ke pengadilan," katanya.

Pemilu Zimbabwe yang digelar pada Senin lalu bertujuan untuk menyongsong era baru setelah bebas dari penindasan diktator Robert Mugabe.

Dengan begitu, Zimbabwe dapat terbebas dari isolasi internasional dan menarik investasi asing untuk menghidupkan kembali ekonomi yang hancur.

Mnangagwa telah menjanjikan pemungutan suara yang bebas dan adil, setelah militer mengantarnya berkuasa saat Mugabe dipaksa mengundurkan diri pada November lalu.

Dalam pemilihan parlemen, yang juga diadakan pada Senin lalu, partai ZANU-PF menang dengan mudah.

"Itu berarti penderitaan kami akan terus berlanjut," Emion Chitsate, seorang penjaga keamanan di pusat perbelanjaan di distrik Waterfalls di Harare. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved