Berita Nasional

Cawapres Jokowi Disebut Akan Diumumkan pada 9 Agustus

Romahurmuziy menyebutkan Joko Widodo berencana mengumumkan calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya pada 9 Agustus mendatang.

Cawapres Jokowi Disebut Akan Diumumkan pada 9 Agustus
(ANTARA /Biropers/Rusman Djony)
Presiden Joko Widodo (tengah) melakukan pertemuan dan jamuan makan malam dengan dengan ketua umum partai politik koalisi (kiri ke kanan), Ketua Umum Partai Keadilan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang, dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | KARAWANG - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy menyebutkan Joko Widodo berencana mengumumkan calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya pada 9 Agustus mendatang.

Pria yang akrab disapa Romi ini mengungkapkan, satu nama telah disepakati saat pertemuan para ketua umum enam partai koalisi dengan Jokowi pada 23 Juli 2018.

"Berdasarkan komunikasi terakhir saya dengan presiden (Jokowi) pada hari Selasa lalu, (cawapres) akan diumumkan pada 9 Agustus 2018, dan akan didaftarkan ke KPU pada 10 Agustus 2018," ucap Romi di sela kunjungan ke Pondok Pesantren Al Furqon, Klari, Karawang, Sabtu (4/8/2018).

Baca: Relawan Jokowi Diminta Bangun Citra Positif Pemerintah

Sementara itu, terkait desakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) agar Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi pendamping Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang, Romi menyebutkan bahwa politik itu dinamis. Hanya saja, Romi tetap berpegang pada satu nama yang telah disepakati bersama.

"Politik itu dinamis kurang satu detik saja bisa berubah. Istilahnya sebelum jadi kuning melengkung masih ada kesempatan. Kecuali jika sudah ditandatangani pendaftaran di KPU-nya," ungkapnya.

Romi mengakui, setiap partai yang tergabung dalam koalisi telah mengusulkan satu nama. Namun, lanjut dia, cawapres tetap merupakan hak prerogatif calon presiden (capres).

"Setelah setiap partai koalisi mengusulkan calon. Pak Jokowi menetapkan satu calon dan sudah disepakati bersama," ungkapnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved