Berita Ngada

Pemda Ngada Dorong Penenun Menghasilkan Produk Tenun Berkualitas

Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Perindustrian terus mendorong penenun menghasilkan produk tenun berkualitas sehingga laku

Pemda Ngada Dorong Penenun Menghasilkan Produk Tenun Berkualitas
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana pelatihan pencelupan benang untuk tenun ikat di Bena Kecamatan Jerebu'u Kabupaten Ngada beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Pemerintah Kabupaten Ngada, melalui Dinas Perindustrian terus mendorong para penenun agar menghasilkan produk tenun yang berkualitas sehingga laku dipasaran. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan bimtek serta pelatihan-pelatihan sehingga penenun lebih terampil dan akan menghasilkan produk berkelas.

"Kami sekarang sudah selesai melakukan pelatihan pencelupan untuk kain tenun di kampung sentra industri yaitu di Bena dengan Dinas Perindustrian Provinsi NTT," ungkap Kepala Dinas Perindustrian Ngada, Anton Jawa, kepada POS KUPANG.COM, Selasa (31/7/2018).

Pria yang akrab disapa Anton ini mengatakan, pelatihan itu akan dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan berupa jahit-menjahit pada Agutus 2018.

Ia mengaku kegiatan tersebut bagian dari upaya untuk melahirkan penenun yang berkelas dan lebih terampil.

"Minggu lalu kami melakukan kegiatan pelatihan pencelupan benang dan lain-lain kemudian ini akan dilanjutkan dengan pelatihan jahit menjahit. Peralatannya juga sudah dilengkapi kemudian sudah dibangun di Bena dengan bahan alam dan juga bara kerja. Jadi berbagai bantuan peralatan mesin dari Dinas Perindustrian Provinsi NTT akan kita tempatkan ke bawa," papar Anton Jawa.

Ia mengaku kegiatan pelatihan itu melibatkan tim dari Dinas Perindustrian Provinsi NTT. Serta melibatkan masyarakat di sentra industri tenun ikat di Bena.

"Itu yang kami lakukan dengan Dinas Provinsi NTT.
Kami mengkordinir disini, menyiapkan peserta dikampung industri tenun Bena. Itu sudah tahap pertama sudah kita selesai.
Agustus 2018 ini akan masuk tahap kedua yaitu pelatihan jahit-menjahit," papar Anton.

Ia mengatakan, dengan adanya pelatihan itu peserta menjadi lebih terampil dan lebih kreatif. Dan dapat menghasil lebih banyak kain. Sehingga dari sisi ekonomi juga ada dampak dan manfaatnya.

"Kalau sekarang misalnya kain selendang harga dua ratus ribu. Tapi itu bisa dibuatkan baju dengan variasi mungkin bisa dapat dua baju. Kalau dijual 150.000 atau 200.000 perbaju. Kurang lebih seperti itu. Sisa-sisa guntingan dari kain adat itu bisa dibuat sovenir, dompet, sandal, tas. Itu yang akan dilatih pada Agustus 2018. Jadi hanya itu saja yang kami lakukan, artinya sehubungan dengan tenun menenun," papar Anton Jawa.

Ia berharap semakin gencar pelatihan dapat meningkat keterampilan para penenun dan mengahasilkan tenun yang berkulitas. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved