Berita Regional

Wanita Hamil Berupaya Bunuh Diri, Beruntung Ada Ini

Warga menggagalkan aksi bunuh diri seorang wanita berinisial HD (34) di jembatan Sungai Pabelan, Jalan Magelang-Yogyakarta, Kabupaten Magelang.

Wanita Hamil Berupaya Bunuh Diri, Beruntung Ada Ini
KOMPAS
Ilustrasi bunuh diri Ilustrasi bunuh diri 

POS-KUPANG.COM | MAGELANG - Warga menggagalkan aksi bunuh diri seorang wanita berinisial HD (34) di jembatan Sungai Pabelan, Jalan Magelang-Yogyakarta, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (30/7/2018).

Wanita asal Desa Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang itu diduga stres karena sang pacar tidak mau bertanggungjawab atas kehamilannya.

Baca: Pemkab Sikka Ditantang Hadirkan Investor ke Maumere

Aipda Donny Sugiarto, Tim Trauma Healing Kabupaten Magelang menjelaskan, percobaan bunuh diri itu pertama kali diketahui oleh Monalisa Budi (29), warga Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, sekitar pukul 10.00 WIB.
Awalnya, Monalisa melihat HD mengendarai sepeda motor matic AB 5490. SJ tiba-tiba berhenti di tengah jembatan. Sambil memegang perut, wanita itu bersandar di pagar jembatan.

"Wanita itu awalnya naik sepeda motor, tiba-tiba berhenti lalu melepas helm, kemudian berjalan menuju pagar jembatan sambil pegang perut," ujar Donny, Senin siang.

Curiga dengan perilaku HD, Monalisa menghampirinya dan HD sedang menangis. Saat ditanya, HD mengaku memang ingin bunuh diri terjun ke Sungai Pabelan.

"Saat ditanya "ada apa" sama saksi, HD menjawab "saya mau bunuh diri"," ungkap Donny.

Saat itu juga Monalisa memanggil warga lainnya, Basuki Aryanto (53), untuk ikut mencegah aksi HD.

Setelah dibujuk, HD diamankan warga lalu digendong ke rumah ketua RW setempat. "Setelah dibawa kerumah Bapak Agus (Ketua RW) kemudian ditanya, HD ingin bunuh diri. Pacar yang menghamili tidak mau tanggung jawab. Usia kandungannya sudah 5 bulan," jelas Donny, anggota Babinkamtibmas Polsek Mertoyudan itu.

Menurut Donny, kondisi HD saat itu lemah. Karenanya petugas Polsek Muntilan membawanya ke RSUD Muntilan untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain itu, kondisi psikologis wanita yang pernah bersuami itu masih terguncang sehingga perlu penanganan lebih lanjut.

"Kondisi mentalnya belum stabil, sempat mengatakan ingin bunuh diri lagi, jadi kami akan terus mendampinginya, jangan sampai melakukan aksi nekat itu," tandasnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved