Berita Kota Kupang

Ini Penjelasan Walikota Kupang Terkait Kendala Investasi di Kota Kupang

Tetapi menurut Jefri masih ada beberapa kendala yang dirasakan antara lain yaitu kendala internal.

Ini Penjelasan Walikota Kupang Terkait Kendala Investasi di Kota Kupang
POS KUPANG/MARIA E TODA
Walikota Kupang Jefri Riwu Kore bersama para pemateri lainnya sata membawakan materi di Hotel IMA Senin (30/7/201

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Maria A E Toda

POS-KUPANG.COM|KUPANG-- Pemkot Kupang menggelar Coffee Morning terkait pelaksanaan kegiatan koordinasi dan kerjasama di bidang penanaman modal dengan Instansi Pemerintah dan dunia usaha di Hotel IMA Senin (30/7/2018).

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dalam pemaparan materinya mengatakan pemerintah Kota Kupang berkeinginan agar investasi bisa berkembang dan maju. Tetapi menurut Jefri masih ada beberapa kendala yang dirasakan antara lain yaitu kendala internal.

" Kendala pertama adalah kendala Internal kita di Pemkot yang pertama masih sulit memberikan ijin karena sistemnya terlalu berbelit-belit dan menyulitkan orang untuk membangun usaha atau berinvestasi di kota Kupang," ujarnya.

Selain itu kendala lainnya adalah masih adanya praktik uang sogokan yang dilakukan dengan tujuan untuk memuluskan perijinan.

Jefri menegaskan pihaknya akan bertindak tegas terhadap kendala ini agar jangan ada alagi praktik uang kecil saat proses perijinan.

Selain itu kendala lain menurut Jefri adalah sumber daya manusia yang belum memadai. Kurangnya kreativitas dan juga inovasi mempengaruhi lambatnya investasi din Kota Kupang.

" Masih ada lagi kendala misalnya ada pihak yang sudah mau berinvestasi di tempat kita tetapi malahan masih ada perang lahan yang tentunya mempersulit investasi dan hal ini juga berpengaruh terhadap investor lain yang berkeinginan untuk menanamkan modalnya di Kota Kupang," lanjut Jefri.

Jefri melanjutkan, untuk mengatasi beberapa kendala ini pihaknya akan membenahi kendala internal yang masih ada di tubuh Pemkot Kupang agar perlahan proses perijinan yang masih sulit dan juga praktik uang kecil tidak terjadi lagi. (*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved