Ini Kisah Melianus Benggu 'Mendandani' Kelurahan Naimata; Saya Tanya Potensi Mereka Jawab Laru

Disebut sebagai kelurahan pinggiran, dulu, di Naimata kerap terjadi kasus pencurian, juga perjudian

Ini Kisah Melianus Benggu 'Mendandani' Kelurahan Naimata; Saya Tanya Potensi Mereka Jawab Laru
POS KUPANG/BENNY DASMAN
DI KANTOR-Melianus Benggu di ruang kerjanya, Jumat (20/7/2018) lalu. Melianus telah menciptakan empat brand untuk Kelurahan Naimata. 

"Tak perlu bermimpi yang terlalu tinggi. Mulai dari apa yang dimiliki masyarakat."

PAGI itu, Jumat (20/7/2018). Lurah Naimata, Melianus NA Benggu, S.H sudah berada di kantornya. Menandatangani surat-surat dan menerima beberapa tamu dalam ruang kerjanya yang minimalis.

Gerakannya lincah, wajahnya sumringah. Matanya menatap ramah setiap orang menggambarkan perangainya yang suka merangkul. Siapa saja, tak membeda- bedakan. Pakaian olahraga yang dikenakannya saat itu seperti menggambarkan bawaannya yang selalu happy.

Memiliki kantor yang cukup representatif, Melianus semangat menceritakan sepak terjangnya 'mendandani' Kelurahan Naimata. Mulanya tahun 2012. Melianus tak membantah orang kerap menyebut Naimata ketika itu sebagai kampung di tengah kota. Asli kampung. Gelap.

Masyarakat pun tidak tahu apa potensinya. Keunggulan lokal, apalagi. "Ketika saya tanya masyarakat apa keunggulan lokal atau potensi di Naimata, ada yang menjawab laru," Melianus berkisah apa adanya. Jawaban itu tidak salah, benar. Sebab masyarakat mengidentikkan potensi itu dengan apa yang mereka miliki. Juga hasil pertanian dan peternakan.

Disebut sebagai kelurahan pinggiran, dulu, di Naimata kerap terjadi kasus pencurian, juga perjudian. Namun seiring perjalanan waktu, Naimata mulai berubah. Berbenah diri.

"Sejak saya menjadi lurah di sini tahun 2012, sampai sekarang baru terjadi dua kali kasus pencurian. Kita perangi semua ini. Judi tak ada lagi. Hanya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih sering terjadi," Melianus menjelaskan.

Terkini, Kamtibmas di Naimata mulai kondusif. "Masalah kita selesaikan secara kekeluargaan, masyarakat proaktif dan peran Babinkamtibmas sangat responsif. Lembaga-lembaga agama seperti gereja juga loyal. Menyelesaikan kasus KDRT kita juga menggandeng LSM Rumah Perempuan dan peran aktif kader PKK memberikan pencerahan. Dan, di setiap kesempatan Pemerintah Kelurahan Naimata juga selalu mengingatkan agar masyarakat sadar kamtibmas," ungkapnya.

Melianus pun tak larut dalam label-label negatif tentang Naimata. Semuanya dijadikan inspirasi, pemicu, untuk melakukan inovasi program. Melakukan perubahan. Mengedepankan aspek pengelolaan lingkungan, membuka isolasi wilayah, membuka jalan lingkungan baru, pemberdayaan sumber daya manusia seperti karang taruna.

Melianus mengemasnya dalam program Naimata Bangkit. Apa potensi yang diberdayakan? Bukan laru, bukan tuak atau peternakan. Apalagi potensi alam.

Halaman
1234
Penulis: Benny Dasman
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved