Berita Internasional

AS Kembali Dorong Tercapainya Aliansi Arab untuk Hadapi Iran

Pemerintahan Donald Trump tengah berupaya menciptakan aliansi politik dan keamanan baru bersama 6 negara Teluk Arab, Mesir dan Yordania.

AS Kembali Dorong Tercapainya Aliansi Arab untuk Hadapi Iran
KOMPAS.com/via Sky News
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri), dan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. 

POS-KUPANG.COM | WASHINGTON - Pemerintahan Donald Trump diyakini tengah kembali berupaya menciptakan aliansi politik dan keamanan baru bersama dengan enam negara Teluk Arab ditambah Mesir dan Yordania.

Melansir dari SCMP, aliansi tersebut ditujukan sebagai persiapan melawan ekspansi Iran di kawasan Teluk Arab.

Baca: Pulau Flores dan Lembata Masuk Dalam Kawasan Terpapar Rabies

Demikian disampaikan sumber pejabat AS dan Arab. Sumber Gedung Putih mengungkapkan, pemerintah AS ingin melihat adanya kerja sama yang lebih dalam antara negara-negara Arab dalam pertahanan misil, pelatihan militer, kontra-terorisme dan isu-isu lain yang memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik.

Ditambahkan sumber, kerja sama tersebut yang sementara disebut dengan Aliansi Strategis Timur Tengah ( MESA), kemungkinan akan dibahas dalam pertemuan di Washington pada Oktober mendatang.

Gedung Putih mengkonfirmasi dalam beberapa bulan terakhir tengah mengerjakan konsep aliansi dengan sejumlah negara sekutu regional.

Menurut sumber Gedung Putih, para pejabat Saudi pertama kali memunculkan gagasan pakta keamanan jelang kunjungan Trump tahun lalu di mana dia mengumumkan kesepakatan senjata besar-besaran. Namun proposal aliansi tersebut tidak mencapai kesepakatan.

Sementara sumber dari sejumlah negara Arab yang terlibat, turut mengkonfirmasi adanya upaya baru untuk mengaktifkan kembali rencana pembentukan aliansi tersebut.

"MESA akan berfungsi sebagai benteng melawan agresi Iran, terorisme, ekstremisme dan akan membawa stabilitas ke Timur Tengah," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

Namun, juru bicara tersebut menolak untuk mengkonfirmasi rencana pembahasan yang telah dijadwalkan pada pertemuan puncak di Washington, Oktober mendatang.

Inisiatif pembentukan aliansi serupa sebelumnya telah sempat disampaikan AS kepada sekutu negara-negara Teluk dan Arab. Namun upaya tersebut gagal terlaksana.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan, AS dan sekutu regionalnya telah meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah dengan dalih mengamankan stabilitas.

"Pendekatan tersebut tidak akan membuahkan hasil selain hanya memperdalam kesenjangan antara Iran, sekutu regional dan negara-negara Arab yang didukung AS," ujarnya.

Potensi hambatan terbesar dalam tercapainya aliansi tersebut adalah keretakan selama 13 bulan terakhir antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang memberlakukan blokade terhadap Qatar, karena menganggap negara itu mendukung terorisme.

Namun Riyadh dan Abu Dhabi telah meyakinkan Washington bahwa keretakan tersebut tidak akan menghambat aliansi. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved