Selasa, 21 April 2026

Berita Olahraga

Gadis Cilik Juara Dunia Catur Asal Bandung Ini Kejar Gelar Grandmaster

Meski umurnya baru 10 tahun, gadis cilik asal Kota Bandung, Samantha Edithso, bisa menjelma menjadi mesin catur yang sulit dikalahkan

Editor: Kanis Jehola
BOLASPORT.com/VERDI HENDRAWAN
Pecatur junior Indonesia, Samantha Edithso, memperlihatkan medali juara ajang FIDE World Championship 2018 U-10 di kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga, (Kemenpora), Jakarta Pusat, Senin (23/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | BANDUNG - Meski umurnya baru 10 tahun, gadis cilik nan imut-imut asal Kota Bandung, Samantha Edithso, bisa menjelma menjadi mesin catur yang sulit dikalahkan, bahkan oleh orang-orang dewasa sekalipun.

Kejeniusan Samantha dalam hal adu taktik dan strategi bermain catur sudah terbukti lewat kejuaraan internasional FIDE World Championship 2018 U-10 yang berlangsung di Minks, Belarusia.

Dia mengalahkan lawannya, Yana Zhapova, pada babak terakhir atau kesembilan dengan kontrol waktu 10 menit incresment 5 detik.

Baca: Danlanud El Tari Kupang Pimpin Upacara Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Dharma Loka

Selama dua hari ikut dalam kejuaraan yang berjuluk FIDE World Rapid Cadet Championship 2018, Samantha pun tidak pernah terkalahkan.

"Homeschooling" agar fokus Kompas.com pun akhirnya punya kesempatan untuk menemui putri semata wayang dari pasangan Larry Edith (54) dan So Siao Sian (38).

Pada saat dikunjungi di rumahnya yang berlokasi di Dago, Samantha terlihat sedang berlatih catur cepat dengan sahabatnya.

Jangan ditanya soal kecintaan Samantha terhadap catur, saking cintanya, Samantha memilih untuk menjalani homeschooling dan meninggalkan sekolahnya di SD Penabur sejak tahun ajaran 2018.

"Mendingan homeschooling, biar bisa fokus sama catur. Aku juga punya ambisi untuk berprestasi," kata Samantha, Kamis (26/7/2018) malam.

Tidak hanya sekadar mengejar gelar juara di berbagai kompetisi, Samantha ternyata juga punya ambisi lebih tinggi lagi yakni menjadi Grandmaster catur dunia termuda. "Target aku jadi grandmaster umur 12 tahun lebih sedikit," akunya.

Meski ambisius, gadis cilik yang mengidolakan pecatur Mikhail Nekhemievich Tal ini mengaku akan mempertimbangkan bidang lain di usia dewasa nanti.

Samantha mengaku juga memiliki hobi melukis dan menggambar. Hobi tersebut dapat terlihat dari beberapa sisi tembok rumahnya yang penuh gambar-gambar coretan tangannya.

"Mungkin (kalau sudeh dewasa) bisa kerja jadi yang lain. Catur cuma hobi aja," tutur Samantha.

Di tempat yang sama, Larry Edith, ayah Samantha menceritakan bagaimana anaknya bisa menjadi pecatur handal di usia dini.

"Samantha mulai menggemari catur dari umur 6 tahun. Waktu itu Samantha ikut ekskul di sekolah. Dari situ kemudian Samantha ikut berbagai kejuaraan-kejuaraan tingkat kota, provinsi, sampai kejuaraan nasional mulai 2016," jelasnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved