Berita Regional

Ridwan Kamil Masukkan 2 Mantan Pimpinan KPK dalam Tim Sinkronisasi, Ini Tugasnya

Gubernur Jawa Barat terpilih, Ridwan Kamil, secara resmi memperkenalkan tim optimasi dan sinkronisasi

Ridwan Kamil Masukkan 2 Mantan Pimpinan KPK dalam Tim Sinkronisasi, Ini Tugasnya
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Gubenur Jabar terpilih, Ridwan Kamil saat memperkenalkan tim optimasi dan sinkronisasi di Hotel Papandayan, Bandung, Kamis (26/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat terpilih, Ridwan Kamil, secara resmi memperkenalkan tim optimasi dan sinkronisasi yang akan bertugas mempersiapkan hal-hal strategis pemerintahan terpilih.

Tim itu diketuai oleh Erry Riyana yang merupakan mantan pimpinan KPK periode pertama dan Arfi Rafnialdi sebagai wakil ketua.

Erry akan dibantu 12 anggota dengan ragam latar belakang. Salah satunya, mantan Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah.

Baca: DPD PDIP NTT akan Panggil DPC Belu

"Tim inti ada sekitar 13 orang terdiri atas relawan, akademisi, tokoh-tokoh parpol yang diisi sekretaris jenderal wilayahnya. Kalau mau dibedah latar belakangnya macam-macam ada militer, doktor, profesor, ketua KPK, sebutkan jenis latar belakang ada semua, ada pengusaha, ada aktivis," ujar Emil, sapaan akrabnya di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Kamis (26/7/2018).

Tim itu nantinya akan mengurus 25 isu strategis di Jawa Barat yang tertuang dalam janji kampanye pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Emil mengatakan, tim itu akan bekerja selama enam minggu atau sepekan sebelum pelantikannya.

"Kemudian hasilnya akan menjadi rekomendasi kinerja yang harus kita tunjukan 100 hari, kinerja tiga tahun, dan kinerja di akhir masa jabatan. Kami melibatkan semua kelompok masyarakat yang ingin memberikan masukan," tuturnya.

"Dengan begini proses pembangunan lebih lancar lebih komprehensif betul-betul memperhatikan suara-suara. Inilah cara kami membangun Jawa Barat ini dengan merangkul semua golongan, termasuk lembaga, para mantan gunernur," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Optimasi dan Sinkronisasi Erry Riyana mengungkapkan alasannya bersedia bergabung di tim itu.

"Waktu Kang Emil meminta kesediaan saya tentu saya mengatakan saya bersedia bukan semata karena saya lahir di Bandung. Tapi jauh lebih besar dari itu bahwa Jabar memiliki peran khusus sebagai penyangga Jakarta. Kesadaran itu yang buat saya bersedia dan merasa terhormat jadi ketua tim ini," katanya.

Ia mengaku akan membentuk 25 kelompok kerja untuk mengekseskusi program kampanye pasangan Rindu.

"Ada 25 pokja, masing-masing ada 5-6 orang anak muda yang pintar yang selama ini sudah menggeluti bahan yang saat ini tinggal mengolah, disesuaikan dengan arahan dan janji kampanye. Sehingga semua gagasan Kang Emil kepada masyarakat bisa diolah dan dimasukkan ke dalam program rencana gubernur terpilih," jelasnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved