Berita Regional

Pedagang Ayam Ini Sempat Mogok, Sekarang Beralih Jual Ayam Merah

Para pedagang daging ayam broiler di pasar Muntilan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, beralih menjual daging ayam jenis merah (petelur)

Pedagang Ayam Ini Sempat Mogok, Sekarang Beralih Jual Ayam Merah
KOMPAS.com/IKA FITRIANA
Salah satu pedagang daging ayam di pasar Muntilan Kabupaten Magelang, Rabu (25/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | MAGELANG - Para pedagang daging ayam broiler (pedaging) di pasar Muntilan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, beralih menjual daging ayam jenis merah (petelur) setelah langkanya ayam jenis pedaging sepekan terakhir.

Salah satu pedagang Muslimah, menuturkan terpaksa berjualan daging ayam merah demi dapur tetap mengepul. Muslimah sendiri sempat ikut melakukan aksi mogok berjualan selama tiga hari lalu.

Baca: 24 Pantai di Jogja Terdampak Gelombang Tinggi, 5 Pos SAR dan 31 Perahu Rusak

"Kalau pas kondisi normal, saya jualan ayam pedaging juga, tetapi saat ini ayam pedaging tidak ada barang, jadinya saya jual ayam merah saja," ucap Muslimah ditemui di pasar Muntilan, Rabu (25/7/2018).

Menurutnya, harga daging ayam merah tidak terpengaruh dengan harga daging ayam pedaging yang merangkak naik akhir-akhir ini, sebab ayam jenis ini memiliki segmen konsumen tersendiri.

Muslimah menyebut, lebaran lalu harga ayam pedaging masih kisaran Rp 34.000 per kilogram. Namun saat ini hampir mendekati harga Rp 50.000 per kilogram.

"Kalau ayam merah ada konsumen sendiri, seperti pedagang nasi goreng, bakmi, dan makanan lainnya. Harganya masih stabil Rp 40.000 per kilogram," sebutnya.

Para pedagang ayam di Pasar Muntilan tidak tahu sampai kapan stok barang ayam pedaging kembali normal. Dia berharap kondisi ini tidak berlangsung lama.

Dilarang Berjualan
Seorang pedagang lagi yang enggan disebut namanya, di pasar Muntilan, mengakui sempat ikut mogok berjualan sejak Minggu (22/7/2018) sampai Selasa (24/7/2018).

Aksi tersebut sebagai bentuk protes lantaran harga ayam pedaging yang terus melambung.

Sedianya, beberapa pedagang ingin tetap berjualan melayani pelanggannya. Namun dia mengaku ada ancaman dari pihak tertentu jika tetap berjualan.

"Semua pedagang kompak tidak menjual ayam pedaging, dan informasi kalau ada yang berjualan akan kena denda uang dalam jumlah tertentu," ungkapnya.

Senada dikatakan Yuli, pedagang di pasar Rejowinangun Kota Magelang. Ia mengaku dilarang berjualan oleh paguyuban pedagang ayam selama tiga hari. Aksi ini sebagai imbas mahalnya harga ayam jenis pedaging.

"Saya diberi tahu dilarang jualan selama tiga hari. Jadi, kami semua mogok. Gara-garanya harga ayam naik. Biasanya Rp 32.000-Rp 33.000 per kilogram, sekarang sampai Rp 38.000-Rp 40.000 per kilogram," ujarnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved