Catatan Sepakbola

Di atas Keindahan Bola, Bertahta Sang Pengadil

Para pengadil itu terus berlari sepanjang permainan, seperti juga para pemain bola yang terus berlari. Bedanya, kaki dan bagian

Di atas Keindahan Bola, Bertahta Sang Pengadil
ilustrasi 

Sesaat setelah membuat imaji gambar kotak, sang pengadil berlari cepat ke pinggir lapangan untuk menatap layar utama VAR yang berada di sebuah tempat khusus.

Untuk beberapa detik berikutnya, permainan akan terhenti sejenak. Gambar di layar utama VAR terpantul dari sedikitnya 36 mata kamera yang bertebaran di sekitaran lapangan hijau. Mata kamera itu ada di banyak posisi.

Tatkala sang pengadil menatap penuh ke layar VAR, seisi stadion pun sunyi. Ada sepi yang mencekam dalam jedah ini. Di sini, penonton menunggu dengan cemas; satu pihak berharap pelanggaran dinyatakan terbukti oleh VAR biar ada hukuman pinalti, sementara pihak lain berharap sebaliknya.

Hasil `terawangan' dari VAR, baik yang membuktikan ada pelanggaran di kotak pinalti, maupun yang membuktikan tidak ada pelanggaran, akan memberi nuansa rasa yang kontras bagi para penikmat bola; rasa gembira dan sedih pada dua kubu berbeda.

Mereka, para pengadil, tentu punya patokan etika saat memimpin laga. Mereka tak boleh terkesima oleh nama-nama besar pemain yang ada secara fisik di depan mereka.

Haram hukumnya bagi mereka untuk `bermain mata' dengan kontestan dari suatu kompetisi, demi mengejar keuntungan finansial atau berbagai jenis `prevelege' pribadi. Bila kolusi kotor itu dilakukan sang pengadil untuk "menguntungkan" salah satu kontestan, maka hukuman berat pun bakal dijatuhkan atas mereka.

Asosiasi yang menaungi eksistensi profesionalitas mereka pasti memberikan sanksi setimpal; memecat sekaligus mencabut sertifikat perwasitan yang telah digenggam. Yang paling ringan adalah di-nonaktif-kan untuk tidak memimpin laga dalam periode tertentu.

Apabila harus membandingkan dengan tahun politik di nusantara kini, pertanyaan setengah usil yang bisa dimunculkan adalah, apakah para penyelenggara pemilu sebagai wasit utama pemilu dapat memiliki ciri khas ketegasan seperti Colina atau Pitana?

Haruskah para penyelenggara pemilu dibantu dengan sejenis `VAR' (Video Anti Rasua) untuk mendiskualifikasi berbagai jenis transaksi politik aneh-aneh yang dimainkan secara canggih oleh petualang-petualang politik? Ehhhm....!

Ketegasan penyelenggara pemilu, paling tidak bermanfaat untuk dapat memastikan bahwa suatu pemilu berlangsung secara santun dan bermartabat. Bahwa semua proses politik berjalan sebagaimana mestinya tanpa dikotori oleh praktek kolusi kotor yang berkemungkinan melibatkan oknum-oknum; kontestan, penyelenggara dan atau regulator, pun pengawas pemilu.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved