Berita Kabupaten Nagekeo

AKN-TG Hasilkan Tenaga Kerja dengan Kompetensi Sesuai yang Dibutuhkan Industri Garam

Saat ini para dosen Akademi Komunitas Negeri Teknologi Garam(AKN -TG) Aaramo Kabupaten Nagekeo sedang mempersiapkan dokumen serta mahasiswa

AKN-TG Hasilkan Tenaga Kerja dengan Kompetensi Sesuai yang Dibutuhkan Industri Garam
ISTIMEWA
Suasana aktifitas para dosen AKN-TG Nagekeo dalam Persiapan PKL untuk mahasiswa, Selasa (24/7/2018).

Ia menyebutkan PKL akan dimulai Selasa ( 31/7/2018). Dan AKN-TG masih dibawah Naungan Politeknik Ujung Pandang.

Ia juga menjelaskan Akademi Komunitas Negeri akan berdiri sendiri akan tetapi ada hal-hal yang harus dibereskan seperti dokumen-dokumen untuk diselesaikan.

Amandus mengatakan Akademi Komunitas Negeri Teknologi Garam Nagekeo (AKN-TG Nagekeo) adalah Perguruan Tinggi berbentuk akademi yang menjalankan pendidikan vokasional jenjang dua (2) tahun.

Ia menyebutkan, saat ini AKN-TG masih berada di bawah naungan Politeknik Negeri Ujung Pandang sebagai Program Studi di Luar Domisili (PDD) dan secara organisasi tata kelola disiapkan menjadi Perguruan Tinggi Negeri sejak 2014 lalu.

Ia mengaku, Akademi Komunitas Teknologi Garam Nagekeo di NTT akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas SDM melalui peningkatan aksesibilitas dan kemudahaan untuk meningkatkan pendidikan bagi para lulusan SMA/SMK di NTT khususnya di Nagekeo.

Ia menjelaskan yang paling utama ditunjukan bagi mereka yang secara finansial kurang mampu.

Dengan semakin tingginya jumlah yang bersekolah di perguruan tinggi, maka nilai APK provinsi NTT (khususnya Nagekeo) diharapkan akan semakin meningkat.

Di sisi lain keberadaan Akademi Komunitas Teknologi Garam akan memfasilitasi penyebaran ilmu dan teknologi pemrosesan garam modern kepada para petani garam konvensional, sehingga secara bertahap akan terus dilakukan upaya perbaikan metode dan teknik produksi yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada.

Upaya perbaikan berkesinambungan ini pada akhirnya akan turut meningkatkan kualitas dan nilai jual produk (garam) yang dihasilkan para petani ini dan pada akhirnya akan turut meningkatkan kesejahteraan para petani garam.

Amandus mengatakan keberadaan Akademi Komunitas Teknologi Garam akan menghasilkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dalam suatu industri pemrosesan garam.

Halaman
123
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved