Berita Lembata

Ini Kasus Korusi Pertama Tahun 2018 di Lembata

Dugaan penyalahgunaan uang negara sebesar Rp 300 juta lebih di Desa Atu Alupang di Kedang, merupakan kasus korupsi pertama tahun 2018 di di Lembata

Ini Kasus Korusi Pertama Tahun 2018 di Lembata
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lembata, Aluwi, S.H 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Dugaan penyalahgunaan uang negara sebesar Rp 300 juta lebih di Desa Atu Alupang di Kedang, merupakan kasus korupsi pertama tahun 2018 di Kabupaten Lembata.

"Ini kasus pertama tahun 2018 yang sedang ditangani kejaksaan ," ujar Kepala Seksi (Kasie) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata, Yopi Novelis ketika ditemui Pos Kupang.com, Senin (23/7/2018).

Untuk mengungkap tabir penyimpangan itu, lanjut dia, pihaknya melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) dal waktu yang cukup lama. Setelah semua bahan penyelidikan dipastikan telah lengkap, barulah penanganan kasusnya ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Pada tahap itu, ungkap Yopi, jaksa melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap oknum yang diduga sebagai pelaku penyalahgunaan keuangan negara tersebut. Selain itu diperiksa pula para saksi yang teridentifikasi mengetahui adanya dugaan penyimpangan penggunaan dana itu.

Yopi menyebutkan, untuk sampai pada penahanan tersangka, telah dilakukan dua kali gelar perkara. Dari gelar perkara itulah kejaksaan mengambil sikap untuk melakukan penahanan terhadap 3 oknum pelaku, masing-masing berinisial RAH (mantan Kades Atu Alupang), PK (PNS pada Setda Lembata) dan AS (pelaksana pekerjaan).

Ia mengungkapkan, penahanan tiga tersangka itu telah dilakukan pada Rabu (11/7/2018) lalu.

Itu artinya saat ini mereka sedang menjalani masa tahanan pertama untuk 20 hari ke depan.

Apabila dalam rentang waktu 20 hari tersebut pemberkasan perkara dan penututan masih dalam proses, maka penahanan ketiga tersangka itu akan diperpanjang lagi 40 hari ke depan. Perpanjanganan masa penahanan tersebut, sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved