Berita Kota Kupang

Ekklesia Komputer Jadi Pusat Uji Kompetensi Komputer di NTT

Ekklesia Komputer dipercayakan menjadi tempat uji kompetensi komputer di NTT.

Ekklesia Komputer Jadi Pusat Uji Kompetensi Komputer di NTT
ISTIMEWA
Kegiatan uji kompetensi Program PKK 2018, Aplikasi Perkantoran Level 3 yang dilaksanakan Ekklesia Komputer Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ekklesia Komputer dipercayakan menjadi tempat uji kompetensi komputer di NTT. Kemampuan para instruktur di lembaga ini menjadikan Ekklesia sering dipercauakan melatih tenaga operator komputer dari berbagai instansi pemeribtah dan swasta di NTT.

Salah satu instruktur Ekklesia Komputer, Dedi Amalo yang ditemui di BLK Provinsi NTT ketika menjadi instruktur Pelatihab Teknisi Seluler yang diselenggarakan UPTD PTK BLK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Senin (23/7/2018), mengatakan, ada beberapa jenis keterampilan yang disialkan Ekklesia Komputer.

Baca: Petugas Bandara Amankan Sandal Seharga Rp 1 Miliar

Mulai dari Teknisi komputer, seluler, design grafis, komputet akubtansi dan beberapa keterampilan yang berkaitan dengan informatika dan teknologi.

Selain melayani pelatihan di tempat (Ekklesia), pusat pelatihan komputer itu juga melayani pelatihan di luar kantor bahkan ke luar daerah.

"Selama inj sering dipakai oleh instansi pemeribtah jadi instruktur kalau pelatihan dilakukan di luar daerah atau di luar Ekklesia. Seperti di sini (BLK, Red)," kata Dedi.

Ia menuturkan, selama ini Ekklesia Komputer telah menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah di daerah-daerah di NTT dan sekolah-sekolah di beberapa kabupaten di NTT.

Dedi mengatakan, khusus teknisi seluler, kebutuhan saat ini cukup tinggi terutama di daerah-daerah.

"Dalam pelatihan ini, kita juga akan menyeleksi mana yang bagus kita rekrut dan distribusikan ke counter-counter yang bekerja sama dengan kita," demikian Dedi.

Dikatakan Dedi, 16 orang peserta yang mengikuti program pelatihan teknisi seluler akan diberikan keterampilan dasar. Tentu, sebelum menjadi peserta, mereka minimal memiliki kemampuan dasar tentang seluler dan minimal.mengantongi ijazah SMK.

Berbeda dengan program pelatihan keterampilan yang lain seperti tukang las,menjahit, meubeler, yang mengabaikan syarat ijazah. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved