Berita TTS

Dikenakan Status Tersangka Kepala Puskesmas Nunkolo Angkat Bicara

Kepala Puskesmas Nunkolo, Alvian Kase resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan dengan korban Markus Misa

Dikenakan Status Tersangka Kepala Puskesmas Nunkolo Angkat Bicara
pos kupang.com, dion kota
Kapus Nunkolo, Alvian Kase sedang memberikan keterangan kepada awak media 

Saat itu, istri korban setuju untuk menunggu pelayanan dari petugas.
Tiba-tiba Korban yang dalam keadaan mabuk mendatangi ruang KB dan menayakan alasan kenapa istrinya tidak didaftar untuk mendapatkan pelayanan dengan nada kasar.

Mendengar pertanyaan korban, petugas di ruang KB lalu menjelaskan jika sesuai aturan yang ditempel di loket pendaftaran, loket dibuka hanya sampai jam 10 pagi. Namun, petugas tetap akan melayani istri korban usai melayani pasien yang sudah mendaftar sebelum jam 10 pagi. Mendengar jawaban petugas, korban justru naik pitam.

Korban tetap menuntut istrinya didaftarkan untuk dilayani. Korban yang dalam keadaan mabok, sempat mengancam akan memaku seluruh pintu puskesmas dan melempari kaca puskesmas jika istrinya tidak dilayani. Sembil membanting pintu KB, korban mengaku dirinya dalam keadaan mabuk dan bisa saja menghancurkan kaca puskesmas Nunkolo.

" Pak, korban ini datang sudah mabok berat. Dia marah-marah, Ancam petugas bahkan sampai maki-maki petugas. Padahal sudah dijelaskan dengan baik-baik jika istrinya tetap akan dilayani. Tetapi korban tetap marah-marah, " tutur Alvian.

Melihat korban yang sudah mulai bertindak berutal, lanjut Alvian, Bidan Ratna lalu melaporkan hal tersebut kepadanya. Dirinya lalu berinisiatif memanggil korban dengan maksud untuk menasehati korban agar menaati peraturan yang ada terkait jam pelayanan di Puskesmas.

Belum sempat menasehati, korban yang masuk ruang kepala puskesmas langsung marah-marah. Korban bahkan mengancam jika istrinya tidak dilayani maka semua akan dirusak. Alvian sempat meminta korban untuk duduk dan menenangkan diri, tetapi korban semakin brutal dan marah-marah sambil menujuk-nunjuk Kapus.

Melihat korban yang terus marah-marah, Alvian sempat mengancam akan menelpon polisi jika korban tidak bisa tenang. Bukannya takut, korban malah mengatakan dirinya tidak takut jika dalam keadaan mabuk seperti itu. ‎

Melihat keadaan korban yang tidak bisa diajak bicara baik-baik, Alvian meminta korban untuk keluar. Setelah keluar dari ruang kepala puskesmas, korban semakin menjadi. Mendengar suara ribut, staf puskesmas dan istri korban, Antonia sempat datang menghampiri korban.

Bahkan, Istri korban sempat meminta Alvian untuk tidak usah menanggapi korban, karena menurut Antonia, suaminya sedang dalam keadaan mabok. Pasalnya, korban sudah mengkonsumsi minuman beralkohol sejak malam.

" Tidak puas marah-marah, korban sempat mencoba memukul saya, tetapi bidan Diana Fallo yang melihat korban hendak memukul saya langsung berteriak dan memarahi korban yang tidak mau mengerti dengan penjelasan petugas dan kepala puskesmas. Bahkan, korban sempat melempari Bidan Diana dengan sepatu dan mengenai dada bidan Diana," kisahnya.

Halaman
123
Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved