Berita Regional

Terungkap, Tujuan Pesawat Tempur Sukhoi Indian Air Force Mendarat di Lanud El Tari Kupang

Terungkap, tujuan Pesawat Tempur Sukhoi Indian Air Force mendarat di Lanud El Tari Kupang.

Terungkap, Tujuan Pesawat Tempur Sukhoi Indian Air Force Mendarat di Lanud  El Tari Kupang
Presiden Joko Widodo menaiki pesawat Sukhoi dan mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-71 kepada TNI Angkatan Udara di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Minggu (9/4/2017).(Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden) 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Terungkap, tujuan Pesawat Tempur Sukhoi Indian Air Force mendarat di Lanud El Tari Kupang.

Jumat (20/7/2018), empat pesawat tempur canggih Sukhoi 30 MKI milik Angkatan Udara India (Indian Air Force/IAF) mendarat di Lanud El Tari Kupang.

Pesawat tempur pertama Sukhoi 30MKI dengan nomor penerbangan SB 307 tiba dahulu pada pukul 15.00 Wita.

Kemudian berturut turut Sukhoi SB 323, Sukhoi SB 048 dan terakhir Sukhoi SB 184 tiba pada 15.30 Wita.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Sabtu 21 Juli 2018 Cancer Berbeda, Taurus Tulus, Zodiak Lain?

Baca: Makin Dekat Rekrutmen CPNS 2018, D3, SMA, Sarjana Segera Siapkan Dokumen Ini

Setelah mendarat, pesawat-pesawat tempur canggih tersebut diarahkan sendiri oleh Marshal Ground (petugas parkir pesawat) dari tim penerbang Indian Air Force di Hanggar yang berada di sisi Timur Apron Lanud El Tari Kupang.

Pesawat A-50U AEW Rusia dikawal jet tempur sukhoi
Pesawat A-50U AEW Rusia dikawal jet tempur sukhoi (net)

Pantauan Pos Kupang di Apron Lanud El Tari pada Jumad (20/7/2018) sore, setiap pesawat tempur dioperasikan oleh satu orang pilot peberbang dan co-pilot penerbang yang berseragam orange.

Danlanud El Tari Kupang Kolonel Pnb Arif Hartono SH kepada wartawan saat menjemput rombongan penerbang Indian Air Force (IAF) di Apron El Tar, Jumat (20/7/2018) mengatakan, kedatangan tim penerbang IAF ke Lanud El Tari Kupang dalam rangka kerja sama dengan TNI Angkatan Udara untuk diskusi dan sharing bersama penerbang TNI AU.

Baca: Catat Ya, Jangan Lakukan 4 Hal Ini Pada Organ Intim, Karena Kamu Akan Menyesal

Baca: Waspadai 3 Kebiasaan Ini Memperpendek Usiamu, Ngeri Loh

"Kegiatan ini merupakan kegiatan SMII untuk meningkatkan profesianalisme penerbang TNI AU melalui sharing dan diskusi, soal bagaimana keselamatan, manufer dan bagaimana melakukan penerbagan," ungkapnya.

Para penerbang dari Indian Air Force yang ikut dalam rombongan sebanyak 130 personel, yang terdiri dari airman dan tim suport. (*)

Pesawat A-50U AEW Rusia dikawal jet tempur sukhoi
Pesawat A-50U AEW Rusia dikawal jet tempur sukhoi (net)

* Lanud El Tari Kupang Jadi Lokasi Sukhoi Subjec Method Expert Exchange

Pangkalan Udara (Lanud) El Tari Kupang menjadi tuan rumah Sukhoi Subject Method Expert Exchange (SMEE) antara angkatan udara Negara India (Indian Air Force/IAF) dengan Angkatan Udara Republik Indonesia (TNI AU) selama empat hari yang dimulai pada Jumat (20/7/2018).

Baca: 6 Bulan Sebelum Serangan Jantung, Kamu Sudah Bisa Rasakan 6 Gejala Ini

Baca: Ini Merk Lipbalm Hingga Parfum yang Dipakai Jungkook BTS, Harganya Ga Nyangka

Armada pertama angkatan udara India (IAF) tiba di Apron Lanud El Tari Kupang menggunakan sebuah pesawat angkut Indian Air Force dengan nomor penerbangan C-130 J pada Jumad (20/7/2018) sekira pukul 13.50 Wita.

Kemudian menyusul empat pesawat tempur canggih Sukhoi 30MKI milik IAF sekira satu jam sesudahnya. Pesawat tempur pertama Sukhoi 30MKI dengan nomor penerbangan SB 307 tiba dahulu pada pukul 15.00 Wita.

Pesawat tempur jenis Sukhoi 30 MKI milik Indian Air Force (IAF) di Apron Lanud El Tari Kupang, Jumad (20/7/2018).
Pesawat tempur jenis Sukhoi 30 MKI milik Indian Air Force (IAF) di Apron Lanud El Tari Kupang, Jumad (20/7/2018). (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)

Kemudian berturut turut Sukhoi SB 323, Sukhoi SB 048 dan terakhir Sukhoi SB 184 tiba pada 15.30 Wita. Sedangkan sebuah pesawat pendukung lainnya milik IAF baru tiba di Lanud El Tari pada Jumad petang.

Komandan Lanud El Tari Kolonel (Pnb) Arif Hartono SH kepada wartawan usai menyambut rombongan tim penerbang Sukhoi Indian Air Force (IAF) di Apron Lanud El Tari Kupang, Jumad 920/7/2018) siang mengungkapkan, kedatangan tim penerbang IAF ke Lanud El Tari Kupang dalam rangka kerjasama dengan TNI Angkatan Udara untuk diskusi dan sharing bersama penerbang TNI AU.

Baca: Setiap Orang Punya Rasa Takut Kehilangan Sesuatu, Apa Ketakutanmu Berdasarkan Zodiak?

Baca: Asal Makanan Lezat di Pesta Pernikahan Ini Sungguh Tak Diduga, Tamu Langsung Baper

Kegitan ini merupakan bagian kerjasama pelatihan bersama diantara angkatan udara Negara India dan Indonesia dalam bentuk Sukhoi Subjec Method Expert Exchange (SMEE).

Sukhoi Su-35
Sukhoi Su-35 (KnAAPO)

"Kita banyak bekerjasama dengan Australia dan Singapura, tetapi sekarang kita join dengan India dalam SMEE, dimana yang expert dalam bidang penerbangan Sukhoi kemudian berdiskusi di Kupang (Lanud El Tari) untuk mendiskusikan tentang manufer, keselamatan terbang, dan segala macam hal (terkait penerbangan), sehingga dapat meningkatkan profesionalisme penerbang," ungkapnya.

Arif melanjutkan, dari kegiatan SMEE ini, Mabes AU mengharapkan kemampuan dari para penerbang di Squadron 11 Hasanudin dapat bertambah karena adanya diskusi dan sharing.

Baca: Bisakah Valentino Rossi Raih Gelar Juara Dunia MotorGP Untuk Yang Kesepuluh Kalinya?

Baca: Suami Sering Nonton Film Dewasa, Wajarkah, Apa Alasan dan Bagaimana Mengatasinya?

"Diharapkan oleh Mabes AU, penerbang dari Squadron 11 yaitu di Hasanudin ini kemampuannya bertambah karena ada diskusi dan sharing. Kemudian diharpakan juga ke depannya apabila personelnya hebat, maka tujuan pertahanan dan keamanan yaitu menjaga keamanan dirgantara akan semakin sukses," ungkapnya.

Makanya besok kita rencana akan diskusi, tukar pendapat, sharing, berbicara tentang taktikbertempur dan lain sebagainya sehingga kita bisa saling melengkapi, tujuannya dari diskusi itu adalah meningkatkan profesionalisme baik angkatan udara Indonesia maupun angkatan udara India

Komandan Squadron Sukhoi Indonesia / Squadron 11 Hasanudiin Makasar Letnan Kolonel (Pnb) Anton Palaguna yang menjadi komandan tim Sukhoi Indonesia dalam kegiatan ini mengungkapkan, dari hasil pertemuan dan diskusi ini, akan dilihat poin-point hasil yang dapat menjadi bahan kerjasama selanjutnya yang lebih advance untuk kedua angkatan.

Komandan Lanud El Tari Kolonel (Pnb) Arif Hartono, S.H (tengah seragam biru) didampingi Komandan Squadron Sukhoi Indonesia / Squadron 11 Hasanudin Makasar Letnan Kolonel (Pnb) Anton Palaguna (kedua dari kanan) berdiskusi bersama dua airman Indian Air Force (IAF) usai pendaratan pesawat tempur Sukhoi IAF di Lanud El Tari Kupang, Jumad (20/7/2018).
Komandan Lanud El Tari Kolonel (Pnb) Arif Hartono, S.H (tengah seragam biru) didampingi Komandan Squadron Sukhoi Indonesia / Squadron 11 Hasanudin Makasar Letnan Kolonel (Pnb) Anton Palaguna (kedua dari kanan) berdiskusi bersama dua airman Indian Air Force (IAF) usai pendaratan pesawat tempur Sukhoi IAF di Lanud El Tari Kupang, Jumad (20/7/2018). (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)

"Dalam rangka Sukhoi SMEE ini, yang dianggapexpert dalam hal penerbangan khususnya penerbangan Sukhoi India dan Sukhoi Indonesia, kami akan melakukan pertemuan dan melaksanakan diskusi, bertukar pikiran sehingga dari sana akan dilihat apa saja poin-poin yang bisa ditingkatkan, karena ke depan kita akan tindaklanjuti kerjasama ini dengan yang lebihadvance," ungkapnya.

Baca: Ternyata Tidur Tanpa Busana Punya 4 Manfaat Bagi Pria, Satunya Soal Kesuburan

Baca: Bagaimana Seseorang Menghemat Uang Berdasarkan Zodiak

Pilihan lokasi kegiatan Sukhoi SMEE Indian Air Force dan Squadron 11 Hasanudin Makasar jatuh ke Kupang, karena pertama, ini (Lanud El Tari) adalah pangkalan acu yang strategis bagi mereka dan yang kedua, armada Sukhoi IAF menginginkan tukar pikiran dengan pilot-pilot Sukhoi Indonesia sebelum bertolak ke Darwin untuk melaksanakan latihan Internasional bersama 160 negara.

Kegiatan SMEE sendiri akan dilaksanakan selama empat hari sejak Jumad (20/7/2018) hingga Senin (23/7/2018).

Setelah SMEE, armada pasukan IAF akan melanjutkan perjalanan ke Darwin untuk latihan Internasional tersebut. Dalam armada yang terdiri dari 130 personel itu, terdapat airman, marshal ground serta team support IAF. (*)

* PROFIL PESAWAT TEMPUR SUKHOI SU-30MKI

 
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, menyebutkan,  Sukhoi Su-30MKI ( Nama pelaporan NATO : Flanker-H ) adalah pesawat tempur superioritas udara yang dikembangkan bersama oleh Sukhoi Rusia dan Hindustan Aeronautics Limited (HAL) India untuk Angkatan Udara India (IAF). Sebuah varian dari Sukhoi Su-30.

Pengembangan varian mulai setelah India menandatangani kesepakatan dengan Rusia pada tahun 2000 untuk memproduksi 140 Su-30 jet tempur. 

Baca: BTS Kasih 6 Pelajaran Hidup Yang Menarik Buat Army dan Kita Semua, Soal Kesuksesan

Baca: 5 Zodiak Ini Paling Mudah Bikin Orang Jatuh Cinta, Pasanganmu Termasuk?

Pesawat Su-30MKI buatan Rusia pertama diterima ke dalam Angkatan Udara India pada tahun 2002, sedangkan Su-30MKI pertama dirakit masuk layanan dengan IAF pada tahun 2004. Pada tahun 2007, IAF memerintahkan 40 MKIS tambahan.

IAF memiliki 157 Su-30MKI dalam pelayanan aktif selama Januari 2012, pihaknya berencana memiliki 272 armada.

Su-30MKI diharapkan untuk membentuk tulang punggung armada pesawat tempur Angkatan Udara India untuk 2020 dan seterusnya.

Pesawat ini dibuat khusus untuk spesifikasi India dan mengintegrasikan sistem India dan avionik serta subsistem Perancis dan Israel. Ia memiliki kemampuan mirip dengan Sukhoi Su-35 dengan banyak fitur dan komponen.

* SPESIFIKASI SU 30MKI 

1. KARAKTERISTIK 
Kru: 2
Panjang: 21,935 m (72.97 kaki)
Lebar sayap : 14,7 m (48,2 ft)
Tinggi: 6.36 m (20,85 ft)
Area sayap: 62,0 m² (667 ft ²)
Berat kosong : 18.400 kg [ 83 ] (£ 40.565)
Berat Loaded: 24,900 kg (£ 54.895)
Max. berat lepas landas : 38.800 kg (£ 85.600)
Powerplant : 2 × Lyulka AL-31 FP turbofan dengan thrust vectoring , 123 kN dengan afterburner (27.500 lbf) masing-masing

Baca: Mulai Bosan Dengan Pasanganmu, Lakukan Beberapa Trik Ini Guys

Baca: Bos Ini Kena Karma Usai Pecat Karyawan Yang Minta Izin Tak Masuk Kerja Karena Anaknya Sakit

2. PRESTASI
Kecepatan maksimum : Mach 2,35 [ 84 ] (2.500 km / jam atau 1.550 mph [ 84 ] ) di ketinggian, 1.350 km / jam, 839 mph dekat permukaan tanah [ 81 ]
Rentang : 3.000 km (1.620 nm) di ketinggian; (km 1.270, 690 nm dekat permukaan tanah, dengan tidak ada tangki bahan bakar eksternal)
Ketahanan : 3,75 jam (hingga 10 jam dengan dalam penerbangan pengisian bahan bakar)
Layanan langit-langit : 17.300 m (56.800 kaki)
Tingkat panjat : > 300 m / s (> 45.275 ft / min)
Loading sayap : 401 kg / m² (£ 82,3 / ft ²)
Thrust / weight : 1.1

3. PERSENJATAAN 
Senjata: 1 × GSH-30-1 gun (30 mm kaliber, 150 putaran)
12 cantelan : 2 × wing-tip AAM rel peluncuran, 6 × tiang di bawah sayap, 2 × pylon bawah-mesin nacelle , dan 2 tiang × bersama-sama di "arch" antara mesin. Hal ini dapat meningkat menjadi 14 menggunakan beberapa rak ejector. Hal ini dapat membawa sampai 8 ton toko eksternal.

Baca: Jangan Baper, Ini Pengakuan Tulus BTS Soal Status Mereka, Tentang Pacar?

Baca: Ini 10 Artis Drakor dan KPop Terkaya Dengan Bayaran Termahal, Hingga Miliaran Rupiah

4. RUDAL UDARA KE UDARA 

10 × R-77 (AA-12) radar aktif homing jarak menengah AAM, 100 km
10 × Astra rudal aktif radar homing jarak menengah AAM, 80-110 km
6 × R-27ER (AA-10C) semi-aktif radar dipandu, kisaran AAM panjang 130 km
6 × R-27ET (AA-10D) Infrared homing versi extended range, jarak jauh AAM 120 km
2 × R-27 R (AA-10A) radar semi-aktif dipandu, kisaran AAM menengah, 80 km
2 × R-27T (AA-10B) inframerah homing seeker, AAM kisaran menengah, 70 km
6 × R-73 (AA-11) AAM jarak dekat, 30 km
3 × Novator KS-172 AAM-L km 400, Indian / Rusia rudal udara-ke-udara yang dirancang sebagai "AWACS killer"

5. RUDAL UDARA KE PERMUKAAN

3 × Kh-59 ME TV dipandu kebuntuan Missile , 115 km
3 × Kh-59 MK aktif radar homing rudal anti-kapal , 285 km
4 × Kh-35 rudal anti-kapal, 130 km
1 × Brahmos rudal jelajah supersonik, 300 km
1 × Nirbhay subsonik rudal jelajah, 1.000 km
6 × Kh-31 P / A rudal anti-radar , 70 km
6 × Kh-29 T / L dipandu laser rudal , 30 km
4 × S-8 roket polong (80 roket terarah)
4 × S-13 roket polong (20 roket terarah)

6. BOM

8 × KAB-500L -bom dipandu laser
3 × KAB-1500L -bom dipandu laser
8 × FAB-500T bom bodoh
28 × OFAB-250-270 bom bodoh
32 × OFAB-100-120 bom bodoh
8 × RBK-500 bom cluster

Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved