Berita Kota Kupang

Lanud El Tari Kupang Jadi Lokasi Sukhoi Subjec Method Expert Exchange, Ternyata Ini Penyebabnya

Lanud El Tari Kupang menjadi tuan rumah Sukhoi Subject Method Expert Exchange (SMEE) antara angkatan udara Negara India (Indian Air Force/IAF)

Lanud El Tari Kupang Jadi Lokasi Sukhoi Subjec Method Expert Exchange, Ternyata Ini Penyebabnya
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Komandan Lanud El Tari Kolonel (Pnb) Arif Hartono, S.H (tengah seragam biru) didampingi Komandan Squadron Sukhoi Indonesia / Squadron 11 Hasanudin Makasar Letnan Kolonel (Pnb) Anton Palaguna (kedua dari kanan) berdiskusi bersama dua airman Indian Air Force (IAF) usai pendaratan pesawat tempur Sukhoi IAF di Lanud El Tari Kupang, Jumad (20/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pangkalan Udara (Lanud) El Tari Kupang menjadi tuan rumah Sukhoi Subject Method Expert Exchange (SMEE) antara angkatan udara Negara India (Indian Air Force/IAF) dengan Angkatan Udara Republik Indonesia (TNI AU) selama empat hari yang dimulai pada Jumat (20/7/2018).

Baca: Empat Pesawat Tempur Canggih Sukhoi Indian Air Force Mendarat di El Tari, Ada Apa Ya?

Armada pertama angkatan udara India (IAF) tiba di Apron Lanud El Tari Kupang menggunakan sebuah pesawat angkut Indian Air Force dengan nomor penerbangan C-130 J pada Jumad (20/7/2018) sekira pukul 13.50 Wita. Kemudian menyusul empat pesawat tempur canggih Sukhoi 30MKI milik IAF sekira satu jam sesudahnya. Pesawat tempur pertama Sukhoi 30MKI dengan nomor penerbangan SB 307 tiba dahulu pada pukul 15.00 Wita. Kemudian berturut turut Sukhoi SB 323, Sukhoi SB 048 dan terakhir Sukhoi SB 184 tiba pada 15.30 Wita. Sedangkan sebuah pesawat pendukung lainnya milik IAF baru tiba di Lanud El Tari pada Jumad petang.

Komandan Lanud El Tari Kolonel (Pnb) Arif Hartono SH kepada wartawan usai menyambut rombongan tim penerbang Sukhoi Indian Air Force (IAF) di Apron Lanud El Tari Kupang, Jumad 920/7/2018) siang mengungkapkan, kedatangan tim penerbang IAF ke Lanud El Tari Kupang dalam rangka kerjasama dengan TNI Angkatan Udara untuk diskusi dan sharing bersama penerbang TNI AU. Kegitan ini merupakan bagian kerjasama pelatihan bersama diantara angkatan udara Negara India dan Indonesia dalam bentuk Sukhoi Subjec Method Expert Exchange (SMEE).

"Kita banyak bekerjasama dengan Australia dan Singapura, tetapi sekarang kita join dengan India dalam SMEE, dimana yang expert dalam bidang penerbangan Sukhoi kemudian berdiskusi di Kupang (Lanud El Tari) untuk mendiskusikan tentang manufer, keselamatan terbang, dan segala macam hal (terkait penerbangan), sehingga dapat meningkatkan profesionalisme penerbang," ungkapnya.

Arif melanjutkan, dari kegiatan SMEE ini, Mabes AU mengharapkan kemampuan dari para penerbang di Squadron 11 Hasanudin dapat bertambah karena adanya diskusi dan sharing.

"Diharapkan oleh Mabes AU, penerbang dari Squadron 11 yaitu di Hasanudin ini kemampuannya bertambah karena ada diskusi dan sharing. Kemudian diharpakan juga ke depannya apabila personelnya hebat, maka tujuan pertahanan dan keamanan yaitu menjaga keamanan dirgantara akan semakin sukses," ungkapnya.

Makanya besok kita rencana akan diskusi, tukar pendapat, sharing, berbicara tentang taktikbertempur dan lain sebagainya sehingga kita bisa saling melengkapi, tujuannya dari diskusi itu adalah meningkatkan profesionalisme baik angkatan udara Indonesia maupun angkatan udara India

Komandan Squadron Sukhoi Indonesia / Squadron 11 Hasanudiin Makasar Letnan Kolonel (Pnb) Anton Palaguna yang menjadi komandan tim Sukhoi Indonesia dalam kegiatan ini mengungkapkan, dari hasil pertemuan dan diskusi ini, akan dilihat poin-point hasil yang dapat menjadi bahan kerjasama selanjutnya yang lebih advance untuk kedua angkatan.

"Dalam rangka Sukhoi SMEE ini, yang dianggapexpert dalam hal penerbangan khususnya penerbangan Sukhoi India dan Sukhoi Indonesia, kami akan melakukan pertemuan dan melaksanakan diskusi, bertukar pikiran sehingga dari sana akan dilihat apa saja poin-poin yang bisa ditingkatkan, karena ke depan kita akan tindaklanjuti kerjasama ini dengan yang lebihadvance," ungkapnya.

Pilihan lokasi kegiatan Sukhoi SMEE Indian Air Force dan Squadron 11 Hasanudin Makasar jatuh ke Kupang, karena pertama, ini (Lanud El Tari) adalah pangkalan acu yang strategis bagi mereka dan yang kedua, armada Sukhoi IAF menginginkan tukar pikiran dengan pilot-pilot Sukhoi Indonesia sebelum bertolak ke Darwin untuk melaksanakan latihan Internasional bersama 160 negara.

Kegiatan SMEE sendiri akan dilaksanakan selama empat hari sejak Jumad (20/7/2018) hingga Senin (23/7/2018). Setelah SMEE, armada pasukan IAF akan melanjutkan perjalanan ke Darwin untuk latihan Internasional tersebut. Dalam armada yang terdiri dari 130 personel itu, terdapat airman, marshal ground serta team support IAF. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved