Berita Regional

Sebarkan Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi, Ini Hukuman yang Diterima Ramdani

Ramdani alias Ramdani Saputra (38) dituntut pidana empat tahun penjara pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (19/7/2018).

Sebarkan Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi, Ini Hukuman yang Diterima Ramdani
Tribun Bali/Putu Candra
Ramdani dituntut 4 tahun penjara dalam persidangan di PN Denpasar, Kamis (19/7/2018), karena dinilai terbukti menyebarkan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi. 

POS-KUPANG.COM | DENPASAR - Ramdani alias Ramdani Saputra (38) dituntut pidana empat tahun penjara pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (19/7/2018).

Jaksa Yuli Peladiyanti menuntut Ramdani karena diduga membuat sekaligus menyebar informasi serta ujaran kebencian dengan menghujat Presiden Jokowi melalui akun facebook dan twitter.

Baca: Ini Jadwal Lengkap Tahbisan Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus

Menanggapi tuntutan jaksa tersebut, pria yang menggunakan nama Dhani Hati Baja ini di akun facebook dan twitternya ini, akan mengajukan pembelaan tertulis (pledoi).

Karena mengajukan pembelaan tertulis, majelis hakim memberikan waktu seminggu kepada terdakwa yang di persidangan tidak didampingi penasihat hukum. Nota pembelaan pun akan dibacakan pada sidang pekan depan.

Dalam pembacaan surat tuntutan, berdasarkan fakta di persidangan terdakwa dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, sebagaimana dakwaan komulatif jaksa Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat 2 UU RI No19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik (ITE) juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP, dan Pasal 207 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ramdani alias Ramdani Saputra dengan hukuman pidana penjara selama empat tahun. Dan denda Rp 100 juta, subsidair empat bulan penjara," tegas Jaksa Yuli di hadapan majelis hakim pimpinan I Made Pasek.

Dibeberkan dalam surat dakwaan, dan keterangan saksi di persidangan terjeratnya terdakwa dalam perkara ini, berawal dari patroli cyber yang dilakukan oleh anggota Direktorat Tindak Pidana Cyber Mabes Polri, Kamis (22/6) lalu.

Saat itu, tim Mabes menemukan akun jejaring sosial facebook yang memposting beberapa postingan berisi informasi dalam bentuk kata-kata tulisan, kalimat atau gambar yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan serta bermuatan penghinaan terhadap pemerintah RI atau penguasa.

Berdasarkan temuan itu segera ditindaklanjuti dengan pembuatan laporan polisi. Setelah ditelusuri, akun tersebut adalah milik terdakwa Ramdani yang memakai nama akun Ramdani Saputra (Dhani Hati Baja). (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved