Berita Kabupaten Lembata
Krisis Bensin Kembali Terjadi di Lembata
Dalam beberapa pekan terakhir, Kabupaten Lembata kembali dilanda krisis baham bakar minyak terutama premium (bensin).
Penulis: Frans Krowin | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Dalam beberapa pekan terakhir, Kabupaten Lembata kembali dilanda krisis baham bakar minyak terutama premium (bensin). Itu terlihat dari antrean panjang kendaraan di tempat pengisian bahan bakar di Lamahora, Lewoleba.
Disaksikan POS-KUPANG.COM, Jumat (20/7/2018), ratusan kendaraan roda dua, berjubel di SPBU Lamahora. Barisan sepeda motor itu meluber hingga ke badan jalan. Antrean kendaraan itu mulai pagi sampai sore hari saat SPBU itu ditutup.
Baca: Ini Pesan Ketua FKUB Flotim Kepada Keluarga Besar Kejari Flotim
Baca: Mau Balikan Sama Mantan, Tanyakan Dulu Satu Hal Ini Pada Dirimu
Antrean kendaraan tersebut tak lagi mematuhi pemberlakuan sistem ganjil genap yang diterapkan Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora. Semua kendaraan baik bernomor plat angka ganjil atau pun genap di belakangnya, ramai-ramai antre untuk mengisi bensin.
Agar antrean kendaraan itu berbaris rapih, aparat Polres Lembata terlihat hadir di SPBU. Sesekali mereka mengingatkan pengendara sepeda motor agar mengikuti barisan kendaraan yang ada di depannya.
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Jumat 20 Juli 2018, Pisces dan Leo Pentingkan Keluarga, Zodiak Lain?
Baca: Di Depan Jenasah Ayahnya, Model Lakukan Pose Menjengkelkan Seperti Ini
Hingga kini belum diketahui pasti, apa sumber persoalannya sehingga sering terjadi krisis bahan bakar minyak (BBM) terutama bensin di daerah itu. Apalagi krisis bensin terjadi pada musim kemarau saat mana cuaca di perairan Lewoleba - Larantuka demikian kondusif.
Selain sepeda motor, banyak pula kendaraan roda empat melakukan hal yang sama yakni antre untuk mengisi bensin di SPBU Lamahora. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sepeda-motor-antre-di-spbu-lamahora_20180720_111547.jpg)