Berita Sumba Timur

Alokasi Dana APBD untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sumba Timur akan Ditingkatkan

Alokasi dana pendidikan Kabupaten Sumba Timur akan lebih banyak diarahkan pada peningkatan mutu

Alokasi Dana APBD untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sumba Timur akan Ditingkatkan
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, Ruben Nggulindima sedang memaparkan materi dalam Lokakarya.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Untuk APBD Tahun 2019, alokasi dana pendidikan Kabupaten Sumba Timur akan lebih banyak diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan lewat perbaikan kualitas pembelajaran dan pendukungnya.

Education Policy Specialist, Mus Mualim menyampaikan hal itu melalui Press realise yang dikirim pihak INOVASI kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (18/7/2018).

Mualim mengatakan, tekad dan kesepakatan itu dicapai dalam Pertemuan Konsultasi Publik hasil Analisis APBD Fungsi Pendidikan Sumba Timur yang dilaksanakan di Hotel Elvyn, Waingapu, pada tanggal 17 Juli 2018. Dimana kegiatan itu dihadiri oleh 20 peserta diantaranya ketua komisi DRPD bagian Pendidikan, Sekda, dan unsur-unsur pemerintahan lainnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, Ruben Nggulindima dalam kegiatan itu juga mengatakan peningkatan kualitas pembelajaran diharapkan mendapat porsi lebih besar dalam APBD Pendidikan ke depan.

Dikatakan Ruben, realokasi pendanaan tersebut dicapai setelah dilakukan analisis penggunaan dana Fungsi Pendidikan menurut fokus kegiatan dan jenjang pendidikan yang diprakarsai oleh INOVASI dan dikerjakan bersama-sama dengan Tim Bappeda Bagian Keuangan dan Dinas Pendidikan. Sumber yang dipakai untuk analisis berupa Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) , SKPD Pendidikan, ringkasan APBD dan laporan Anggaran APBN yang terdapat di Kabupaten.

"Temuan hasil analisis ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk alokasi APBD untuk pendidikan dengan porsi lebih banyak untuk peningkatan mutu Pendidikan, terutama yang mendukung di bidang literasi," Kata Ruben.

Ruben juga mengatakan, meskipun konsisten mengalokasi 20 % persen APBD untuk Pendidikan, namun selama ini Kabupaten Sumba Timur lebih menekankan pada peningkatan ke akses pendidikan, berupa sarana prasarana.

Misalnya untuk sarana prasarana tingkat pendidikan dasar pada tahun 2018, dana yang dialokasikan mencapai 28,657,627,554 namun untuk mutu pembelajarannya hanya 2.500.000.000.

Analisis juga memperlihatkan trend alokasi dana untuk peningkatan mutu pembelajaran tiap tahunnya semakin menurun. Tahun 2016, alokasinya sebesar 6.179.702.000 dan tahun 2017 Rp. 3.461.864.000.

Di lain pihak, berdasarkan peneltian ACDP pada tahun 2016, 30 persen murid kelas II SD di Sumba mengalami kesulitan membaca, yang mengindikasikan masih rendahnya tingkat literasi di kelas-kelas awal di Sumba.

Kata Ruben Konsultasi Publik tersebut juga menelurkan beberapa rekomendasi diantaranya perlunya Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melakukan analisis kebutuhan guru kontrak (Non PNS), penataan dan pemerataan guru PNS sesuai dengan standar kebutuhan (SPM) setiap satuan Pendidikan dan menghitung kebutuhan biaya operasi satuan pendidikan (unit cost persiswa) untuk bisa menjalankan proses pembelajaran terstandar sebagai bahan advokasi ke pemerintah.

Kata dia, rekomendasi ini bisa menjawab berbagai masalah pendidikan di Sumba yang sebelumnya juga telah ditemukan oleh penelitian ACDP seperti proporsi guru yang tidak terlatih, ketersediaan dan distribusi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), ketersediaan sumber daya yang berkelanjutan, serta kualitas pengajaran guru dan kesiapan murid untuk belajar. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved