Berita NTT
Nilai Tukar Petani NTT Naik
nilai tukar petani bulan Juni 2018 didasarkan pada perhitungab NTP dengan tahun dasar 2012. Perhitungab NTP inj mencakup lima subsektor yakni padi
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter Poskupang.com, adiana ahmad
POS-KUPANG.COM, KUPANG---Nilai tukar petani (NTP) Provinsi NTT menurut BPS Perwakilan NTT mengalami kenaikan pada Juni 2018. Kenaikan NTP tersebut menunjukan daya beli atau daya tukar petani NTT pada Juni 2018 lebih baik dibandingkab dengan pengeluarannya.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Perwakilan NTT, Maritje Patiwelapia dalam Jumpa Pers dengan awak media di Kantor BPS NTT, Senin (16/7/2018).
Maritje mengungkapkan, pada Juni 2018, NTP NTT naik 0,55 persen jika dibandingkan NTP NTT Mei 2018.
Maritje menjelaskan, nilai tukar petani bulan Juni 2018 didasarkan pada perhitungab NTP dengan tahun dasar 2012. Perhitungab NTP inj mencakup lima subsektor yakni padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.
Pada bulan Juni 2018, NTP NTT sebesar 105,26 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 106,00 untuk tanaman padi dan palawija, 102,80 untuk subsektor hortikultura, 105,30 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat, 105,75 untuk subsektor peternakan dan 110,24 untuk subsektor perikanan.
Menurut Maritje, terjadi peningkatan sebesar 0,55 persen dibanding bulan Mei. "Dapat disimpulkan, tingkat kemampuan atau daya tukar petani di pedesaan meningkat. Pemicunya, pendapatan petani dari hasil pertanian meningkat sedangkan biaya yang dikeluarkan lebih sedikit.
Meski demikjan, harga gabah maupun beras pada bulan Junj menurut data BPS NTT mengalami penurunan. Harga gabah kering panen turun 6,38 persen dari Rp 4,914 per kg pada Mei 2018 menjadi Rp 4.600 per kg pada Juni 2018. Sementara harga gabah kering giling turub 3,38 persen dari Rp 5.020 per kg menjadi Rp 4.850 per kg.
Harga beras premiun turun dari Rp 9.900 per kg menjadi Rp 9.750 per kg, beras medium dari Rp 9.500 per kg turun menjadi Rp 9000,- per kg, beras kualitas rendah dari Rp 9.500,00 per kg menjadi Rp 9.000,00 per kg. (*)