Berita NTT

Beras Sumbang 78, 69 Persen Terhadap Garis Kemiskinan di NTT

komoditi makanan terhadap garis kemiskinan di NTT jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Pada Maret 2018, komoditi makanan

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/THOMMY MBENU
Kepala BPS Provinsi NTT Maritje Pattiwaellapia, SE, M.Si 

 Laporan Reporter Poskupang.com, adiana ahmad

POS-KUPANG.COM, KUPANG--Peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan di NTT jauh lebih besar dibandibgkan peranan komoditi bukan makanan. Pada Maret 2018, komoditi makanan termasuk beras menyumbang 78,59 persen terhadap garis kemiskinan.

Kepala BPS Perwakilan Privinsi NTT, Maritje Patiwelapia dalam konfrensi pers di Kantor BPS Provinsi NTT, Senin (16/7/2018), mengatakan, dengan sumbangan bahan makanan terhadap garis kemiskinan yang begitu besar menyebabkan garis kemiskinan NTT selama periode September 2017 - Marey 2018,

meningkat sebesar 2,35 persen dari Rp 346.737 per kapita per bulan pada September 2017 menjadi Rp 354.898 per kapita per bulan pada Maret 2018.

Maritje menjelaskan, beras menempati posisi teratas yang memberi pengaruh terhadap garis kemiskinan di NTT baik di kota maupun desa. Di Kota, beras menyumbang 31,24 persen terhadap kemiskinan dan desa beras menyumbang 41,29 persen terhadap kemiskinan .

Sementara komoditi bukan makanan yang cukup mempengaruhi kemiskinan di NTT yakni perumahan di kota Rp 10,38 persen dan di desa 7,14 persen.

Maritje mengungkapkan, persoalan kemiskinan bukan sekedar berapa jumlah dan prosentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan, katanya, tingkat kedalaman dan keparahan dari memiskinan.

Tingkat keparahan ini, lanjut Maritje dilihat dari indeks kedalaman kemiskinan. Indeks kedalaman kemiskinan, demikian Maritje, mengindikasikan jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskibab.

Indeks keparahan kemiskinan mengindikasikan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

Di NTT, demikian Maritje, indeks kedalaman kemiskinan turun dari 4,158 pada September 2017 menjadi 3,908 pada Maret 2018. Indeks keparahan kemiskinan juga turun dari 1,174 menjadi 1,026 pada periode yang sama.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved