Berita Final Piala Dunia 2018

Final Piala Dunia 2018, Prancis vs Kroasia Ini Mengonfirmasi Dominasinya Sepakbola Eropa

apakah Prancis atau Kroasia mengangkat trofi di Moskow, hal itu akan menjamin minimal 20 tahun puasa gelar tertinggi untuk negara Amerika Selatan

Final Piala Dunia 2018, Prancis vs Kroasia Ini Mengonfirmasi Dominasinya Sepakbola Eropa
(ANTARA /Mohammad Ayudha)
Dokumentasi Unta peliharaan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Salsa memilih bendera negara Perancis dan Kroasia saat memprediksi petandingan final Piala Dunia 2018 di kebun binatang setempat, Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/7/2018). Unta berumur 20 tahun tersebut memprediksi Kroasia akan menang atas Perancis pada final Piala Dunia 2018 Rusia. 

POS KUPANG.COM- - Negara Eropa akan menjuarai Piala Dunia untuk keempat kalinya secara beruntun pada Minggu ini, dan sekaligus mengonfirmasi dominasi "Dunia Lama" atas rivalnya yang pernah begitu kuat, Amerika Selatan.

Terlepas apakah Prancis atau Kroasia yang mengangkat trofi di Moskow, hal itu akan menjamin minimal 20 tahun puasa gelar tertinggi untuk negara-negara Amerika Selatan, lapor Reuters.

Sampai laju ini terukir, tim-tim Eropa tidak pernah menjuarai lebih dari dua Piala Dunia secara beruntun dan hal itu terjadi pada 1934 dan 1938. Mengonfirmasi hegemoni, di mana hanya satu dari delapan finalis terakhir (Argentina pada 2014) yang datang dari Amerika Latin.

Terdapat banyak kemungkinan alasan di balik superioritas Eropa dan bahkan muncul beberapa rekomendasi untuk lebih waspada.

Meski Argentina dan Peru tampil mengecewakan, Brazil tidak mampu berbuat banyak saat dikalahkan Belgia di perempat final, Uruguay dan Kolombia tampil cukup baik sampai mereka disingkirkan tanpa pemain-pemain paling berpengaruhnya, dan Kolombia bahkan tersingkir "hanya" melalui adu penalti.

"Itu tujuh pertandingan dalam sebulan, ajang yang singkat -- Anda dapat sangat kelelahan," kata Andy Roxburgh, anggota grup studi teknik FIFA, kepada para pewarta di Moskow. "Anda harus melihat gambaran yang lebih besar sepanjang waktu untuk melihat apakah ada suatu tren."

Bagaimanapun, trennya sudah jelas, sehingga pertanyaan lain yang dapat diangkat adalah mengenai alasan.

Alasan yang sangat nyata adalah keuangan. Klub-klub dan federasi super kaya Eropa telah menghabiskan lebih banyak dana pada perekrutan, pengembangan, dan latihan.

Meski bakat-bakat teratas Amerika Selatan berduyun-duyun pindah ke Eropa, di mana kondisi permainan, keamanan, dan gajinya jauh lebih superior dibanding di kampung halaman, organisasi yang lebih baik membuat Eropa menghasilkan lebih banyak pemain bagus, serta membuat mereka mampu merekrut pemain-pemain yang dapat bermain untuk lebih dari satu negara.

Sebagai tambahan, hampir tidak ada pelatih Brazil atau Uruguay di Eropa dan sangat sedikit pelatih asal Argentina, sehingga tercipta kesenjangan ketika membicarakan taktik dan strategi.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved