Pilgub NTT

Inilah Hasil Pilgub NTT Tahun 2018, Victory-Joss Unggul di 15 Kabupaten

Rekapitulasi perolehan suara dibacakan Ketua Divisi Teknis KPU NTT, Thomas Dohu setelah dipersilakan Ketua KPU NTT

Editor: Putra
POS KUPANG/PETRUS PITER
Viktor Laiskodat berorasi saat acara deklarasi paket Victory-Jossdi lapangan Manda Elu, Kabupaten Sumba Barat, Rabu (24/1/2018) 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - KPU Provinsi NTT menetapkan pasangan Viktor B. Laiskodat-Josef Nae Soi sebagai calon gubernur dan wakil gubernur NTT peraih suara terbanyak. Paket Victory-Joss mendulang 838.213 suara atau 35,60% dari total suara sah sebanyak 2.354.856 suara.

Posisi kedua ditempati pasangan Marianus Sae-Emiliana J. Nomleni memperoleh 603.822 suara (25,64%), disusul pasangan Esthon L Foenay-Christian Rotok meraih 469.025 suara (19,92%) dan pasangan Benny K Harman-Benny A Litelnoni memperoleh 443.796 suara (18,85%).

Sebanyak 1.561.844 pemilih dari 3.186.506 DPT menggunakan hak pilihnya.

Data perolehan suara pasangan calon ini ditetapkan dalam rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pilgub NTT yang berlangsung di Aula KPU NTT, Senin (9/7/2018) malam.

Rekapitulasi perolehan suara dibacakan Ketua Divisi Teknis KPU NTT, Thomas Dohu setelah dipersilakan Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe. Selanjutnya pembuatan berita acara.

Rapat pleno yang merupakan kelanjutan dari rapat pleno sebelumnya, Sabtu (7/7/2018), dihadiri Ketua dan anggota Bawaslu NTT, Thomas Mauritius Djawa, SH, Jemris Fointuna dan Baharudin. Keempat pasangan calon tidak hadir, hanya diwakilkan para saksi.

Victory-Joss unggul di 15 daerah, yaitu Kabupaten Kupang, Kota Kupang,
Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Sumba Timur, Sumba Barat Daya dan Alor. Selain itu, Sikka, Rote Ndao, Malaka, Belu, Lembata, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sabu Raijua.

Pasangan Marianus Sae-Emi Nomleni unggul di empat kabupaten, yaitu Ngada, Nagekeo, Ende dan Flores Timur.

Esthon-Chris unggul di Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai.

Sedangkan Paket Harmoni menang di Kabupaten Manggarai Barat.

KPU NTT belum melakukan rapat pleno penetapan gubernur dan wakil gubernur terpilih NTT. KPU masih menunggu pemberitahuan dari Mahkamah Konstitusi (MK) soal apakah ada atau tidak pasangan calon menggugat hasil Pilgub NTT.

"Kami tidak lakukan penetapan paslon terpilih, tetapi yang kami lakukan adalah penetapan rekapitulasi perhitungan perolehan suara pilgub NTT," kata Ketua KPU NTT, Maryanti H Luturmas Adoe, Senin malam.

Menurutnya, sesuai aturan, KPU belum dapat melakukan pleno penetapan paslon terpilih karena setelah pleno penetapan rekapitulasi perolehan suara, pihaknya masih menunggu selama 3 x 24 jam kepada paslon jika ada yang mengajukan PHP (perselisihan hasil pemilu).

"Kami hanya menyampaikan hasil pleno rekapitulasi perolehan suara pilgub NTT kemudian kita lakukan penetapan hasil perolehan suara. Sedangkan pleno penetapan paslon terpilih belum," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved