Berita Kabupaten Kupang

Prof. Usfunan "Pulang Kampung" Bangun Stikum

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIKUM) Prof. Dr. Yohanes Usfunan, S.H,MH berlokasi di Nasipanaf

Prof. Usfunan
POS KUPANG/EDY HAYON
Yohanes Usfunan

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM I KUPANG---Prof. Dr. Yohanes Usfunan, S.H,MH, Guru Besar Ilmu Hukum pada Universitas Udayana, Bali, memilih 'pulang kampung" untuk membangun dunia pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIKUM) Prof.  Dr. Yohanes Usfunan, S.H,MH berlokasi di Nasipanaf, Penfui, Kupang.

Kerinduannya untuk mencetak sarjana hukum yang tidak saja memahami ilmu hukum konvensional tetapi berupaya melahirkan sarjana hukum yang profesional.

Prof. Yohanes Usfunan, kepada wartawan di Nasipanaf, Selasa (10/7/2018) menuturkan, kehadiran STIKUM ini sudah mengantongi SK Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi nomor : 498/KPT/I/2018 dibawa Yayasan Ayu Sarana Cerdas.

Rencana ini sesungguhnya sudah lama namun baru terealisasi sekarang dengan pembangunan gedung kampus sendiri. Usaha ini dimaksudkan untuk menjaring anak-anak NTT khususnya dan Timor Leste yang mau mendalami ilmu hukum tidak sebatas hukum konvensional sebagaimana lazimnya, tetapi lebih dari itu.

Pola yang diterapkan dengan mendatangkan staf bergelar profesor dari Udayana dan Undana untuk mendidik mahasiswa yang profesional dalam bidang hukum.

"Saya selama ini sudah melalangbuana ke beberapa daerah di Indonesia untuk membangi ilmu, kenapa saya tidak bangun daerah saya sendiri. Semua teman-teman mendorong saya untuk memberikan ilmu buat generasi NTT. Makanya saat ini kami menghadirkan STIKUM di Kupang. Kita mau kaderkan generasi muda NTT yang profesional dalam bidang hukum karena nanti kita akan didik mereka tidak hanya tahu hukum pidana semata tetapi bagaimana tahu ilmu hukum internasional, hukum adat. Kita hasilkan lulusan yang bisa pandai dalam bidangnya," ujar Prof. Usfunan.

Menurutnya, selama ini fokus perhatian pada gedung kampus dan tenaga pengajar baik yang ada di NTT maupun dari luar NTT.

Langkah berikutnya menjaring calon mahasiswa untuk dididik menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan daerah.

Pihaknya membuka seluas-luasnya siapapun yang ingin memperdalam ilmu hukum karena akan dibuka kelas reguler pagi dan reguler sore ini untuk membantu calon mahasiswa yang sudah bekerja.

"Kapan lagi saya membangun daerah ini. Inilah kesempatan buat saya untuk membagi ilmu yang saya dapatkan untuk generasi NTT. Kita tidak hanya teori tetapi praktek juga dalam perkuliahan. Misalnya calon mahasiswanya anggota Dewan maka fokus kita memberikan kepadanya untuk perdalam bagaimana menyusun Perda atau bagaimana membaca anggaran. Jadi praktek pada spesifikasi pekerjaan yang sedang digeluti. Kita tidak butuh banyak orang, tetapi dengan sedikit calon mahasiswa tetapi outputnya tidak mengecewakan," tambahnya.(*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved